26 November 2021, 15:55 WIB

Basarnas dan Jabar Quick Response Latih Relawan Kebencanaan di 27 Daerah


Bayu Anggoro | Nusantara


BADAN SAR Nasional, Kantor SAR Bandung dan Jabar Quick Response (JQR) akan melatih relawan kebencanaan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Pelatihan itu untuk menunjang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana
alam di Jabar.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan seluruh daerah
di Jabar berstatus siaga satu dalam menghadapi potensi bencana alam.

Ketua Umum JQR Bambang Trenggono mengatakan, JQR arahan dari Gubernur
Jabar untuk memaksimalkan potensi relawan dalam penanganan bencana, baik bersifat mitigasi bencana hingga penanganan kebencanaan.

Menurut Bambang, berdasarkan data BPBD Jabar hingga November 2021 di wilayahnya telah terjadi sebanyak 1.877 kejadian bencana. Untuk
itu, pemerintah tidak bisa sendiri merespons kejadian, tapi juga perlu keterlibatan semua pihak.

JQR dan Basarnas akan memfasilitasi pelatihan bagi relawan kebencanaan.
Targetnya adalah semua kabupaten dan kota di Jabar.

"Potensi relawan bencana di Jawa Barat ini sangat besar. Di lapangan, mereka sangat membantu baik pada usaha pencarian korban, memfasilitasi
pengungsi hingga proses pascabencana seperti trauma healing dan
lainnya, " katanya, Jumat (26/11).

Bambang memastikan Jawa Barat memiliki banyak potensi relawan kebencanaan.

"Tugas kemanusiaan adalah tugas kita semua. Bagaimana energi besar
orang-orang baik ini kita fasilitasi dengan pengetahuan teori dan
praktik oleh pemateri yang kompeten seperti Basarnas, " ucapnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansah
menyatakan kesiapan pihaknya untuk melatih relawan kebencanaan di Jabar. Pihaknya telah memiliki tim dan materi pelatihan untuk relawan.

Menurut Deden, kolaborasi untuk kemanusiaan bersama JQR menjadi contoh
upaya penanganan bencana yang baik. "Sebelum ada kejadian bencana kita
manfaatkan waktu untuk mempersiapkan kemampuan melalui latihan, "
katanya.

Pentingnya latihan, tambah dia,  agar relawan kebencanaan di daerah bisa terhubung dengan Basarnas. "Sehingga mempercepat informasi dan koordinasi dalam sebuah operasi kemanusiaan," katanya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT