26 November 2021, 09:55 WIB

Kepala BP Batam: Bangun Infrastruktur Pacu Daya Saing Investasi di Batam


mediaindonesia.com | Nusantara

KEPALA Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, terus melakukan pembangunan infrastruktur. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, secara otomatis Batam akan memiliki daya saing dan menarik bagi kalangan investor.

Dalam dua tahun terakhir,  pembangunan infrastruktur dan pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam yang dijalankan BP Batam di bawah komando Muhammad Rudi, yang juga sekaligus menjabat sebagai Wali Kota Batam terus berlanjut.

Beberapa pembangunan infrastruktur yang telah digesa BP Batam saat ini adalah pembangunan dan pengembangan jalan arteri seperti Jalan Raja H. Fisabilillah dari Bundaran Madani menuju Bengkong, Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Jalan Gajah Mada Sekupang, serta jalan di sekitar kawasan industri Batam.

Beberapa titik jalan, seperti Jalan Gajah Mada Sekupang tengah dilebarkan hingga menjadi lima lajur lengkap dengan jalur khusus sepeda dan pejalan kaki.

Pelebaran jalan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar wilayah Batam, sehingga mobilitas kendaraan-kendaraan industri dapat lebih leluasa dan lancar.

"Di depan kawasan Southlink sudah kami tambah jalur baru, truk dan alat berat bisa lewat jalur di situ, sehingga tidak bersinggungan dengan arus kendaraan lainnya," ungkap Rudi.

Secara keseluruhan, infrastruktur jalan yang sedang dibangun BP Batam saat ini meliputi 5 lajur Jalan RE Martadinata, Jalan Pelabuhan Batu Ampar, Jalan Simpang Kabil, serta menata jalan Kawasan Batam Center, membangun Bundaran di kawasan Punggur, Bandara, dan Tembesi. Di samping itu ada pula pembangunan Jalan Hang Jebat 5 lajur dan Jalan Lingkar Tanjungpinggir.

Pelebaran jalan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan aktivitas perindustrian dan perdagangan di Kota Batam.

Kemajuan industri ini didukung pula oleh pembangunan sumber daya energi dan air di Kota Batam, dengan jalan pelestarian waduk, pembangunan water treatment plan (WTP), dan bekerjasama dengan perusahaan seperti PT Toba Bara Energi dan Sunseap Group dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung.

Guna mendukung kegiatan industri dan usaha tersebut, berbagai insfrastruktur vital seperti pelabuhan dan bandara juga ditingkatkan. Saat ini BP Batam tengah menambah kapasitas terminal dua di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Dalam hal ini, BP Batam telah menandatangani penjanjian dengan konsorsium Angkasa Pura Airports - Incheon International Airport Corporation (IIAC) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Konsorsium ini akan menjalankan renovasi, pembangunan, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur di sisi darat Bandara Hang Nadim Batam.

Sementara itu, di bidang kepelabuhanan, Pelabuhan Batu Ampar di Batam tengah berhasil mengembangkan Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE).

Dalam rangka itu, BP Batam salah satunya, telah mempersiapkan Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar yang terintegrasi dengan TPS Online milik Bea dan Cukai Batam. Dengan demikian, seluruh aktivitas kepelabuhanan saat ini juga telah saling terintegrasi dalam suatu sistem digital.

"Pengembangan Batam Logistic Ecosystem ini segera kami selesaikan, untuk mewujudkan tercapainya Pelabuhan Batu Ampar menjadi pelabuhan berdaya saing Internasional," tegas Rudi.

Sebagai Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kerap mengambil langkah cepat dan inovatif dalam menjaring berbagai investor luar negeri maupun dalam negeri untuk menanamkan modal usahanya di Batam. Baru-baru ini, Muhammad Rudi telah melakukan kunjungan langsung ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada awal bulan November 2021 lalu.

Kunjungan ini dalam rangka menindaklanjuti Letters of Interest (LoI) atau penyampaian minat investasi dari sebuah perusahaan asal Dubai, Thumbay Group, yang telah berpengalaman mengembangkan kawasan berbasis pendidikan kesehatan.

Perusahaan ini telah berminat untuk membangun sebuah rumah sakit dan universitas kedokteran di sekitar bakal kawasan ekonomi khusus (KEK) Kesehatan Sekupang, Batam. Investasi ini menjadi pendorong berkembangnya kawasan Sekupang menjadi KEK di bidang kesehatan yang bertaraf internasional.

Seperti diketahui, kawasan Sekupang saat ini tengah berbenah dari segi infrastruktur dan fasilitasnya untuk dicanangkan menjadi KEK Kesehatan.

Di kawasan seluas 44,5 hektare ini, telah berdiri Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam yang segala fasilitasnya kian dilengkapi dan ditingkatkan kualitasnya.

RSBP Batam saat ini telah dilengkapi dengan layanan poliklinik yang lebih nyaman, fasilitas CT Scan tercanggih se-Kepulauan Riau (Kepri), gedung Penyakit Infeksi Emerging (PIE) beserta ruang ICU Isolasi, dan kualitas SDM perawat dan dokter yang mumpuni.

Selain itu, BP Batam juga membangun ruang terbuka hijau di sekitar kawasan ini. Nantinya, pasien-pasien rumah sakit dapat menikmati pemandangan hijau di healing garden, serta para pengunjung dapat menikmati rekreasi di berbagai objek sekitar seperti Taman Rusa dan Taman Kolam Sekupang yang dilengkapi dengan trek jogging dan jalur sepeda yang nyaman.

Dengan adanya kerja sama dalam hal pembangunan rumah sakit tambahan beserta kampus kedokteran, diharapkan KEK Kesehatan Sekupang dapat menyediakan ekosistem memadai sebagai tempat rujukan maupun pendidikan kedokteran di lingkup Sumatera.

"Insyaallah semua proyek yang kami mulai ini akan dikerjakan secara bertahap, dan akan selesai di tahun 2024. Proyek-proyek ini tidak lain untuk semakin meningkatkan daya saing Batam untuk menyerap potensi investasi yang ada," tutur Rudi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT