25 November 2021, 23:50 WIB

Jawa Barat Bentuk Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air


Bayu Anggoro | Nusantara

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan membentuk Tim Koordinasi
Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki periode
2022-2027.

Tim yang terdiri dari perwakilan unsur pemerintahan dan non-pemerintahan ini akan bertugas untuk memetakan sejumlah potensi dan
permasalahan terkait wilayah sungai tersebut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik
mengatakan, pendaftaran untuk TKPSDA Ciwulan-Cilaki sudah dibuka secara
online dengan mengakses tautan  
https://tinyurl.com/recruitmentTKPSDACiwCil paling lambat 3 Desember
mendatang.

Dia berharap dari unsur non-pemerintah seperti pemerhati lingkungan khususnya terkait pengelolaan sumber daya air bisa bergabung ke dalam tim tersebut.

"Tim ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2014 Tentang
Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki," katanya di Bandung, Kamis (25/11).

Dia menilai pembentukan tim ini sangat diperlukan mengingat ketersediaan air baik permukaan maupun air tanah semakin berkurang.

Selain karena penggunaan yang terus bertambah, ini juga diakibatkan
kurangnya daya dukung daerah aliran sungai (DAS) sebagai penyimpanan
cadangan air. Kondisi ini diperparah dengan semakin berkurangnya lahan
yang berfungsi sebagai resapan air.

Tak hanya itu, tambah Dikky, terancamnya ketersediaan air juga
dikarenakan buruknya kesadaran masyarakat tentang penghematan air dan
menjaganya dari pencemaran. "Telah terjadi krisis perilaku, sehingga
menyebakan pencemaran air dan kerusakan ekosistem," ucapnya.

Selain itu, Dikky menyebut Sungai Ciwulan dan Cilaki merupakan
kewenangan provinsi karena melintasi berbagai kabupaten/kota. "Statusnya wilayah sungai," kata dia.

Di Jawa Barat terdapat enam wilayah sungai dengan jumlah DAS sekitar
200, situ 831, dan waduk 20.

Oleh karena itu, dia berharap TKPSDA Ciwulan-Cilaki Jawa Barat bisa segera terbentuk sehingga bisa membantu optimalisasi pengelolaan sumber daya air.

Terlebih, dengan adanya tim ini diharapkan pengelolaan sumber daya air
dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. "Penyusunan rencana alokasi
sumber daya air disusun pada setiap wilayah sungai. Jadi diperlukan
penyelenggaraan kelembagaan dan koordinasi dalam mewujudkan alokasi air
yang optimal," katanya.

Secara khusus, tambah dia, TKPSDA Ciwulan-Cilaki akan menyusun matriks
program dan kegiatan rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai
Ciwulan-Cilaki.

"Lalu merencanakan pembangunan pengaman (breakwater) Pantai Pangandaran, memetakan daerah resapan air dan zona pemanfaatan
sumber daya air," katanya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT