25 November 2021, 23:45 WIB

Pelaku Usaha di Bandung Mulai Gelar Pameran di Ciwalk


Bayu Anggoro | Nusantara


Pemulihan ekonomi di Kota Bandung, Jawa Barat, mulai terasa. Salah satunya terlihat dari digelarnya berbagai acara yang memicu aktivitas ekonomi seperti pameran.

Seperti pameran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Di
lokasi yang berada di Jalan Cihampelas itu, empat pameran digelar
sekaligus yaitu Gebyar UMKM, Koperasi dan PKBL Expo, Pameran Pangan
Nusantara, Bandung Investrade Expo, dan Pameran Pesona Wisata Nusantara
Tahun 2021. Puluhan peserta mengikuti pameran yang digelar hingga 28
November 2021.

Ketua penyelenggara sekaligus Direktur PT Feraco, Siswono, mengatakan,
biasanya pameran dilangsungkan terpisah. Namun karena pandemi pihaknya
menggabungkan empat pameran menjadi satu.

"Empat pameran ini memang mewakili empat pilar ekonomi yakni peluang
investasi, UMKM, pesona wisata, dan pangan nusantara. Tujuannya untuk
menggali potensi daerah sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah
agar pascapandemi covid-19 ekonomi lebih menggeliat," ujar dia, Kamis (25/11).

Menurut Siswono, pameran yang digelar secara luring sudah mereka lakukan semenjak dilepasnya status PPKM darurat, setelah sebelumnya digelar secara daring. Namun jumlahnya dibatasi dan harus benar-benar menetapkan protokol kesehatan.

"Selain itu juga biasanya terpisah, tapi kini kita gabungkan. Kita hanya mengambil momentum bahwa covid-19 mulai melandai, tapi waspada dan ketat, sehingga ekonomi bisa menggeliat," kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui pameran ini pihaknya mendorong konsumsi dan belanja masyarakat, karena 60% konsumsi diharapkan buat UMKM.

Pihaknya pun dengan segala pertimbangan memilih kawasan pusat
perbelanjaan Cihampelas Walk untuk dapat menjaring pasar Kota Bandung
yang merupakan pusat bisnis, wisata, dan lainnya.

"Itu membuat kami merancang kegiatan pameran di Ciwalk, yang berada di Jalan Cihampelas yang sangat ikonik, sehingga bisa memenuhi harapan peserta pameran," ujarnya.

Terkait target, pihaknya menargetkan transaksi yang terjadi selama tiga hari pameran dapat mencapai Rp2 miliar-Rp3 miliar.

Hal itu berbeda jauh dengan sebelum pandemi. Dalam dua pameran dan durasi yang sama, nilai transaksi dapat mencapai Rp8 miliar.

"Di luar pandemi, pada 2018, kegiatan serupa bisa menghasilkan transaksi Rp8 miliar-Rp9 miliar dari dua pameran, wisata dan gebyar UMKM," ujar Siswono.

Adapun produk yang saat ini menjadi primdona di pameran ini ialah kopi dan olahan khas daerah. (N-2)

 

BERITA TERKAIT