25 November 2021, 12:20 WIB

Pertumbuhan Papua Bantu Dongkrak Perekonomian Nasional


Mediaindonesia.com | Nusantara

KABAR baik datang dari Papua. Bank Indonesia menyatakan provinsi paling timur Indonesia itu mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan  oleh Kepala BI Perwakilan Papua Naek Tigor Sinaga dalam acara Pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) juga digelar Bank Indonesia Perwakilan Papua, Rabu (24/11) lalu.

Naek menegaskan bahwa Provinsi Papua menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III 2021.  “Papua pertumbunan ekonomi tertinggi di Indonesia. Kita pada triwulan III tumbuh sebesar 14,54 persen,” ujar Naek Tigor kepada wartawan di Hotel Horison Ultima Entrop.

Baca juga: Ma'ruf: Pembangunan Papua Harmonisasikan Kesejahteraan dan ...

Lebih lanjut kata Tigor, dengan langkah yang ada, ia optimistis perekonomian Papua menjadi katup pengaman pertumbuhan ekonomi secara nasional. “Kita nomor dua di kawasan Timur Indonesia setelah Sulawesi Selatan dengan kontribusi mencapai 14% serta nomor 17 di nasional dengan kontribusi mencapai 1,37%. Artinya Papua jadi dewa penyelamat ekonomi nasional,” katanya.

Sumbangan pertumbuhan ekonomi dari Papua itu tak terlepas dari sektor andalannya, yakni sektor pertambangan dan juga penyelenggaraan PON Papua. Tercatat, kontribusi sektor tambang saat ini mencapai 54,6 persen. Sementara PON sendiri dinilai sebagai momentum pemulihan sektor nontambang.

BI yakin pertumbuhan ekonomi dapat terjaga, salah satunya dengan inovasi dan digitalisasi yang dapat merambah segala bidang. “Digitalisasi bisa membuat hidup tak biasa lagi. Jadi, harus ada efek digitalisasi. Inovasi dan digitalisasi sama pentingnya. Keduanya menjadi salah satu cara merawat pertumbuhan ekonomi cepat tinggi,” ujarnya.

Termasuk sinergitas pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan melakukan program Pengendalian Cepat Menuju Papua Satu Harga (Pace Juara). Sejumlah terobosan ini akan lebih maksimal dengan kerja bersama, baik BI, pemda di provinsi dan kabupaten, OJK dan lembaga terkait.

“Inilah kunci penting agar bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Papua. Kami yakin dengan kerja sama ini, pertumbuhan ekonomi 2022 bisa diatas 10%. Kami juga yakin digitalisasi akan merubah pola ekonomi di Papua lebih maju ke depan,” ujar Naek. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT