25 November 2021, 15:20 WIB

Bentrokan Ormas di Karawang Dipicu Rebutan Bisnis Limbah Perusahaan


Naviandri | Nusantara


POLDA Jawa Barat mengakui pemicu dari bentrokan antarormas di Kabupaten Karawang, yang menewaskan 1 orang, disebabkan oleh soal  perebutan lahan limbah di salah satu perusahaan.

"Memang benar informasi yang kita dapat bentokan dipicu dari perebutan
lahan limbah di salah satu perusahaann. Nanti kita akan selidiki
kebenarannya," kata Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Erdi Adrimulan Chaniago, di Bandung, Kamis (25/11).

Menurut Erdi saat ini polisi masih fokus menyelidiki bentrok antarormas
yang menewaskan satu orang, Rabu (24/11). Dalam kasus itu, Polres Karawang sudah menetapkan tujuh tersangka yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Dia membantah polisi tidak berdaya menangani konflik antarormas yang sering terjadi di Karawang. "Anggota ada di lokasi. Namun, bentrokan itu sering terjadi secara situasional."

Saat ini, tambah dia, situasi di lokasi bentrokan sudah kondusif. Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas seperti biasa.

Ke depan, Polda Jabar akan melakukan koordinasi dengan unsur muspida dan juga perusahaan-perusahaan, sehingga bentrok tidak terulang lagi.

Sementara itu, Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Aldi Subartono mengungkapkan bentrokan terjadi karena adanya penyampaian aspirasi dari LSM Keluarga Besar Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)
kepada PT Ichie di kawasan industry KIIC. Pertemuan berjalan dengan
kondusif. GMBI mengerahkan banyak anggotanya.

"Namun di luar kawasan industri ada kelompok masyarakat (ormas) lain
yang mencoba masuk ke dalam kawasan. Kelompok ini sempat dihadang oleh
kepolisian agar tidak bertemu dengan ormas yang berada di KICC. Namun,
secara mengejutkan ada anggota GMBI yang berasal dari luar daerah
Karawang salah jalan," jelasnya.

Mereka keluar dari Tol Karawang Barat. Seharusnya kendaraan mereka langsung masuk ke KICC, tapi ternyata ia salah jalan menuju wilayah perkotaan. Ketika bertemu dengan kelompok lain itu, bentrokan tidak terhindarkan.
 
"Kami akan kumpulkan barang bukti yang ada dan periksa siapa saja yang
terlibat. Kami pastikan para pelaku akan ditindak tegas. Negara harus
hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu
akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum," tegas Kapolres.

Aldi mengatakan telah menyiapkan 700 personel untuk mengamankan situasi
di Karawang dan disebar di sejumlah titik yang dianggap rawan. (N-2

BERITA TERKAIT