25 November 2021, 14:25 WIB

Banjir Pekalongan Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR masih merendam Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan ketinggian air 30-75 sentimeter. Sebanyak 174 jiwa masih bertahan di lima titik pengungsian karena rumah tidak dapat ditempati.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (25/11), bencana banjir yang terjadi sejak Senin (22/11) hingga kini belum surut. Beberapa wilayah baik di Pekalongan Utara, Timur, dan Barat masih terendam banjir dengan ketinggian air 30-100 sentimeter. Belum terlihat tanda-tanda banjir akan surut karena hujan dengan intensitas sedang dan lebat masih mengguyur.

Selain beberapa sungai meluap, banjir yang melanda Kota Pekalongan juga disebabkan air laut pasang (rob). "Ada ratusan jiwa warga yang masih bertahan di pengungsian," kata Suryono, 48, warga Tirto, Kota Pekalongan.

Data dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan menyebutkan hingga saat ini masih 174 juga warga masih bertahan di lima titik lokasi pengungsian. Mereka ada di Aula Kelurahan Degayu sebanyak 24 jiwa, Kelurahan Kraton Kidul 79 jiwa, Musala Al Hikmah Kelurzhsn Pasirkramat 10 jiwa, TPQ Al Hikmah Tirto 48 jiwa, dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat 13 jiwa.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yuda mengatakan dalam upaya menyelamatkan warga, mereka terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Hingga kini mereka masih bertahan di pengungsian karena rumah masih terendam banjir dengan ketinggian di atas 50 sentimeter.

Baca juga: Pemkot Jaksel Bongkar 4 Ruko Biang Kerok Banjir di Kemang

Memenuhi kebutuhan pengungsi, ujar Dimas Arga Yuda, di lokasi pengungsian telah dibangun dapur umum, bahkan bantuan logistik, dan obat. Untuk warga yang masih bertahan di rumah masing-masing juga telah didistribusikan sejumlah bantuan. "Langkah kedaruratan telah diambil," imbuhnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT