25 November 2021, 11:52 WIB

1.000 Batang Pohon Ditanam di Daerah Tangkapan Air Waduk Duriangkang


mediaindonesia.com | Nusantara


PT TDK Electronics Indonesia bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon untuk penghijauan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang pada Sabtu (20/11/2021) pagi. Adapun jenis pohon penghijauan tersebut antara lain saga, mahoni, kaya dan 20 pohon endemik asli Kepulauan Riau.
 
Kegiatan yang bertema 'Tree for Life' ini dilatarbelakangi oleh komitmen PT TDK Electronics Indonesia untuk melaksanakan ketetapan Komite Global Compact Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan, Sustainable Development Goal 15 (SDG’s Nomor 15), serta TDK charter yang bertujuan untuk menjaga penyediaan air baku tetap terjaga.
 
Penanaman pohon untuk penghijauan ini juga merupakan wujud nyata kontribusi PT TDK Electronics Indonesia dan BP Batam terhadap lingkungan yang berkelanjutan yang dilakukan secara rutin tiap tahunnya.

Baca Juga: Pertemuan dengan Calon Investor UEA, BP Batam Koordinasi dengan Dubes RI
 
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, dalam sambutannya mengatakan, Batam merupakan salah satu wilayah di Kepulauan Riau dengan geografi yang tidak memiliki sungai dan sedikit sumber air tanah, maka Batam membutuhkan waduk atau bendungan untuk menampung air yang nantinya akan menopang aktivitas di Kota Batam.
 
“Pada hari ini BP Batam bersama PT TDK Electronics Indonesia melakukan penanaman 1.000 pohon penghijauan. Hal ini merupakan langkah untuk menjaga kelestarian alam agar tercapai hutan sehat di Batam, serta ekosistem yang baik dan menjaga resapan air yang cukup untuk daerah tangkapan air waduk, sehingga dapat menjaga kuantitas dan kontinuitas air baku di Kota Batam,” kata Purwiyanto.
 
Sedangkan Presiden Direktur PT TDK Electronics Indonesia, Guido Mauthe, menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari unsur masyarakat Batam yang peduli dengan lingkungan di Pulau Batam dengan melakukan penanaman 1.000 pohon yang dilakukan di DTA Waduk Duriangkang.
 
“Penanaman pohon ini merupakan gerakan tanam kebaikan 'Tree for Life'. Hal ini sebagai bukti kepedulian dari manusia terhadap bumi dan lingkungan hidup. Dengan kebersamaan seluruh pihak untuk menjaga lingkungan dapat meningkatkan kondisi catchment area untuk penyediaan air yang baik, tentunya kegiatan ini akan terus kami lakukan rutin setiap tahunnya,” ungkap Guido Mauthe.
 
Dalam penanaman pohon tersebut, PT TDK Electronics Indonesia menyerahkan pohon langka yaitu pohon endemic asli Kepulauan Riau kepada Wakil Kepala BP Batam, untuk ditanam di lokasi tersebut, juga diberikan kepada perwakilan peserta penerima BP Batam Investment Award 2021 yang hadir.
 
BP Batam sangat mengapresiasi dan menyambut baik upaya yang dilakukan oleh PT TDK Electronics Indonesia atas inisiatifnya untuk melakukan penanaman pohon/penghijauan tersebut. Dengan harapan penanaman pohon ini akan membangkitkan kesadaran bersama tentang arti pentingnya pohon dan air bagi kehidupan dan pembangunan yang berkelanjutan.
 
Adapun luasan daerah tangkapan air yang dikelola oleh BP Batam seluas 30% dari keseluruhan Pulau Batam, di mana bentangan alam untuk mendukung fungsi DTA masih minimnya pengkayaan jenis tegakan hutan yang dianggap sehat. Untuk itu BP Batam mengimbau serta melibatkan perusahaan, organisasi, dan masyarakat untuk menanam pohon serta memelihara hutan untuk kelangsungan ketersediaan air di masa depan.
 
Turut hadir dan ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon tersebut adalah para penerima BP Batam Investment Award 2021, antara lain Facility Manager PT Caterpillar Indonesia Batam, David Schmitz; HR Manager PT Caterpillar Indonesia Batam, Febriandy Norman; SERE (Safety Environment and Real Estate) Batam Cluster PT Schneider Electric Manufacturing Batam, Muhamad Mutaqin Syazali, dan Perwakilan CSR PT McDermott Indonesia.
 
Penanaman pohon juga dihadiri sejumlah Pejabat Tingkat II dan III di lingkungan BP Batam, para karyawan PT TDK Electronics Indonesia, Vendor dan Mahasiswa, serta Siswa SMK Negeri 1 Batam, dan Komunitas Bye-Bye Plastic Bags Batam. (RO/OL-10)
 

BERITA TERKAIT