24 November 2021, 22:12 WIB

Wali Kota Medan Keluarkan Perintah Antisipasi Banjir


Yoseph Pencawan | Nusantara

WALI Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution menilai perlu dilakukan langkah taktis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lagi kepungan banjir di Kota Medan. Langkah antisipasi itu adalah memfokuskan normalisasi drainase di kawasan-kawasan yang direndam air paling parah.

"Parit dan sungai meluap hingga menyebabkan jalan di Kota Medan tergenang air," ujar Bobby, Rabu (24/11).

Luapan terjadi akibat hujan deras yang turun selama berjam-jam, dalam beberapa hari belakangan. Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Prakiraan BMKG menyebutkan, hujan deras disertai sambaran petir dan angin kencang masih akan menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Utara hingga beberapa hari ke depan. Kondisi itu akan terjadi di 32 dari 33 kabupaten dan kota yang ada di Sumut.

Kondisi ini dipicu bibit Siklon Tropis 90S yang pada 9 April 2021 sempat tumbuh menjadi Siklon Tropis Odette di Samudera Hindia dengan kekuatan kecepatan angin pada pusat sirkulasi mencapai 80 kilometer per jam. Dengan kondisi ini, menurut Bobby perlu langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya lagi banjir.

Karena itu dirinya telah menginstruksikan kepala dinas pekerjaan umum agar secepatnya melakukan normalisasi di wilayah-wilayah yang paling parah mengalami banjir. Seperti di kawasan Jalan HM Jhoni, Ayahanda, Jamin Ginting dan lainnya.

Setelah kondisi cuaca ini berlalu, lanjut Bobby, pemkot akan segera membuat perencanaan penanggulangan banjir untuk jangka panjang. Dan ia akan memastikan perencanaan tersebut harus  benar-benar membuat kotanya bebas dari banjir.

Selain itu, Bobby juga meminta maaf kepada warganya atas genangan air yang melanda berbagai kawasan, terutama mereka yang terdampak langsung. Dia berjanji masalah ini tidak akan terjadi lagi dalam kondisi yang sama. Ia juga meminta kerja sama dari seluruh elemen warga untuk ikut mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemkot seperti dengan tidak membuang sampah dan mendirikan bangunan sembarangan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT