24 November 2021, 22:07 WIB

Antisipasi Jalan Longsor, BBPJN Sumsel Siagakan Alat Berat


Dwi Apriani | Nusantara

SEBAGAI upaya antisipasi kerusakan jalan akibat bencana longsor, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan menyiagakan 17 posko di 17 kabupaten dan kota di wilayahnya. Hal ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya longsor di musim penghujan.

Selain menyiapkan personel, setiap posko yang menyebar di wilayah Sumsel juga dilengkapi alat berat. Hal ini sebagai upaya untuk memastikan kelancaran perjalanan dan memudahkan perbaikan jalan jika terjadi peristiwa longsor tersebut.

Kepala BBPJN Wilayah Sumsel, Kgs Syaiful Anwar, mengungkapkan sebanyak 17 posko dan alat berat disebar di beberapa jalan nasional yang ada di Sumsel.

"Jadi kita siagakan dan aktifkan 17 posko ini untuk memudahkan penanggulangan perbaikan terhadap jalan yang mengalami kerusakan saat musim hujan yang cenderung masih cukup tinggi sejak beberapa minggu terakhir. Apalagi kerap terjadi longsor yang materialnya menutupi jalan dan membuat akses jalan rusak," katanya, Rabu (24/11).

Ia menuturkan, 17 posko tersebut ditempatkan di Musi Banyuasin, Empat Lawang, Pagaralam, Lahat, OKU Selatan, Muara Enim dan Musi Rawas.

"Tiap posko ada alat berat, jadi saat ada kerusakan atau material longsor tutupi jalan maka dengan mudah diatasi secara cepat. Jadi memang kita atur petugas dan alat berat di lokasi rawan bencana. Target kita, jika jalan tertutup material longsor, secepatnya bisa diatasi sehingga akses lalulintas cepat lancar," ujar Syaiful.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah ruas jalan nasional dalam kondisi cukup prima. "Ada beberapa daerah yang rawan longsor, pihaknya tetap menyiagakan alat berat yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu terjadi bencana seperti longsor," ungkapnya.

Syaiful menerangkan, untuk jalan yang sempat longsor di perbatasan Lahat-Pagaralam kini sudah diatasi dan sudah bisa dilalui oleh pengguna jalan. Begitu juga di ruas Betung-Sekayu-Mangun Jaya-Linggau dimana terdapat beberapa titik longsoran akibat abrasi sungai, saat ini juga terus dilakukan perbaikan.

"Mengatasi beberapa peristiwa kami selalu berkoordinasi, alat berat kami siagakan di posko. Setiap saat dapat digunakan bila dibutuhkan, dan kami akan usahakan setiap ada peristiwa secepatnya akan diatasi. Lalu petugas kami siap di lapangan dan adanya posko-posko tersebut diharapkan koordinasi bisa lebih cepat," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT