24 November 2021, 13:21 WIB

Warga Citamiang, Sukabumi, Antusias Ikuti Program Melawan Stunting 


mediaindonesia.com | Nusantara

SEJUMLAH Ibu hamil dan ibu menyusui bersama balita mereka mulai berdatangan ke sebuah rumah toko (ruko) di bilangan Jalan Didi Sukardi, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu, jam menunjukkan pukul 09.15 pagi, dan hujan turun rintik-rintik.

Para ibu yang berjumlah sekitar150 orang adalah warga Citamiang yang hendak mengikuti Gerakan Melawan Stunting yang diselenggarakan sukarelawan yang tergabung dalam HaloPuan bersama DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi pada Selasa (23/11).

"Semangat ibu-ibu menghadiri acara ini menunjukkan ibu-ibu peduli dengan kesehatan dan gizi anak-anak, dan ini harapan bagi masa depan bangsa," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, Gagan Rachman Suparman pada keterangan pers, Rabu (24/11).

Gagan juga mengatakan HaloPuan membawa ide segar berupa bubuk daun kelor untuk melawan stunting. "Jadi, ada nilai tambah buat ibu-ibu dari kegiatan ini," ucapnya.

Kepala Puskesmas Gedong Panjang, Asep Ruchyana, menyambut baik Gerakan Melawan Stunting HaloPuan.  

"Sebab, penanggulangan stunting adalah satu dari lima program pemerintah di bidang kesehatan, dan yang lainnya adalah kematian ibu hamil dan anak, TBC, penyakit tidak menular, dan imunisasi," jelas Asep.

Asep juga mengingatkan warga untuk memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan. "Ini periode emas yang jika ada masalah stunting, masih mungkin diperbaiki," katanya

Relawan HaloPuan, Poppy Astari, menjelaskan bahwa Gerakan Melawan Stunting merupakan wujud kepedulian Puan Maharani kepada kesehatan kaum perempuan dan anak-anak, khususnya di isu stunting.

"Bu Puan melihat bahwa persoalan stunting tak bisa tertangani oleh upaya pemerintah semata. Ini memerlukan upaya kita bersama, terutama kesadaran kita tentang pentingnya gizi seimbang bagi kaum perempuan, bayi, dan balita."

Poppy mengatakan, dalam kegiatan Gerakan Melawan Stunting ini, kaum ibu memperoleh informasi tentang apa itu stunting dan bagaimana mencegah stunting

Warga juga diperkenalkan kepada manfaat bubuk daun kelor sebagai makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Ibu-ibu, mungkin tahu kelor sebagai tanaman untuk mengusir setan, tapi sebenarnya tanaman ini kaya  nutrisi sehingga bisa menyeimbangkan gizi kita dan mengusir stunting. Bahkan WHO sudah menggunakan bubuk kelor untuk mengatasi kelaparan dan malnutrisi di Afrika," papar Poppy.

Di penghujung kegiatan, warga menerima paket makanan tambahan. Di dalamnya juga ada satu kantong berisi 450 gram bubuk daun kelor. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT