24 November 2021, 10:49 WIB

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, ITDC Perhatikan Animal Walfare


mediaindonesia.com | Nusantara

DALAM pengembangan destinasi pariwisata yang dikelolanya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selalu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan.

ITDC juga berkomitmen untuk selalu menghormati hak masyarakat serta menjaga keberlangsungan kehidupan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, menanggapi isu yang beredar terkait anjing mati di sekitar kawasan The Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, BUMN pengembang The Mandalika, menyatakan bahwa penanganan anjing liar di dalam kawasan dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip animal welfare.

ITDC memastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan penanganan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro, mengatakan,“Terkait isu anjing liar, kami pastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan penanganan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku."

"Termasuk penanganan anjing di kawasan Sirkuit yang wajib kami lakukan demi kelancaran dan keselamatan pebalap serta memenuhi regulasi penyelenggaraan event balap," jelasnya.

"Kami menghalau anjing yang memasuki sirkuit, khususnya area paddock, dan memasang pagar yang rapat di sekeliling sirkuit agar anjing yang sudah dihalau tidak kembali masuk,” jelas Bram.

“Komitmen kami dalam menghormati animal welfare ini dapat dilihat dari Mandalika Dog Shelter yang kami bangun 3 tahun lalu. Shelter seluas 4.000 m2 ini menerima anjing liar yang selanjutnya dapat diadopsi secara resmi oleh pencinta anjing," ujarnya.

"Shelter ini dijalankan dengan menggandeng komunitas pecinta anjing serta di bawah pengawasan dokter hewan yang dikontrak ITDC. Kami mohon dukungan seluruh pihak agar pengembangan The Mandalika dapat berjalan dengan lancar sehingga membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia khususnya warga NTB,” tutup Bram. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT