23 November 2021, 21:17 WIB

Vaksinasi di Sulsel Rendah, Sandiaga: Vaksinasi Kunci Kebangkitan Pariwisata


Ant | Nusantara

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta agar vaksinasi di Sulawesi Selatan terus didorong untuk pengembangan sektor pariwisata . Betapa tidak, menurut Sandiaga Uno di Makassar, Selasa, Sulawesi Selatan memiliki destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Sehingga untuk memberikan rasa aman dan nyaman maka vaksinasi covid-19 harus digencarkan "Ini harus kita kejar. Sulawesi Selatan punya destinasi wisata unggulan dan punya banyak produk ekonomi jadi vaksinasi harus terkejar," katanya, Selasa (23/11).

Apalagi, sambung dia,, Sulsel terbilang masih tertinggal terhadap capaian vaksinasi. Data sementara vaksinasi dosis pertama baru di angka 45,5% dan dosis kedua belum mencapai 30%. Vaksinasi harus dikejar sesuai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah agar destinasi wisata di Sulsel bisa bangkit.

"Ini harus ditingkatkan, lebih 20 kabupaten kota kita Kunjungi untuk tingkatkan vaksinasi karena untuk memulihkan ekonomi kita harus sehat," katanya menegaskan.

Sandiaga berjanji akan membantu Sulawesi selatan untuk mengejar vaksinasi covid-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Bahkan, ia berencana akan mendatangi 24 kabupaten/kota se-Sulsel untuk meningkatkan capaian vaksin.

Pemprov Sulsel tengah fokus menjangkau penerima vaksin dosis pertama sebagai upaya dalam mengejar target 70% hingga akhir 2021 sesuai arahan Presiden.

"Arahan pak Presiden itu 70 persen di akhir Desember, untuk satu provinsi. Jadi kita memang lagi gencar-gencarnya karena ketika mereka sudah divaksin pertama, mereka pasti akan kejar vaksin kedua," ungkap Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Beberapa upaya yang dilakukan Pemprov Sulsel untuk mencapai target tersebut yakni vaksinasi dari rumah ke rumah untuk meningkatkan cakupan vaksinasi kelompok lanjut usia (lansia). Selain itu, mengoptimalkan mobile vaksinasi untuk keliling ke berbagai daerah dengan tingkat capaian vaksinasi rendah. (OL-8)

BERITA TERKAIT