23 November 2021, 20:45 WIB

Petani Desa Demakijo, Klaten, Panen Perdana Padi Rojolele Srinuk


Djoko Sardjono | Nusantara

 

PANEN perdana padi varietas Rojolele Srinuk di Desa Demakijo, Kecamatan
Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, dilakukan Bupati Sri Mulyani, Selasa
(23/11).

Padi Rojolele Srinuk yang dipanen di Desa Demakijo, ditanam di lahan pertanian milik kas desa seluas 6,5 hektare, dengan hasil 10 ton per hektare.

Panen perdana padi Rojolele Srinuk di Desa Demakijo, diawali tradisi
wiwitan panen yang kemudian dilanjutkan pemotongan padi secara manual
oleh Bupati Sri Mulyani.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mencoba memotong padi dengan combine harvester, alat mesin potong padi bantuan dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Kita patut bersyukur dan gembira para petani di Klaten, khususnya Desa
Demakijo, sukses menanam padi varietas Rojolele Srinuk dengan hasil yang memuaskan," ujarnya.

Dengan hasil panen perdana 10 ton per hektare, diharapkan dapat memacu
semangat petani di wilayah lain untuk mengembangkan varietas padi yang
berasnya dikenal enak itu.

Menurut Sri Mulyani, hasil panen seperti ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Klaten.

Pemkab Klaten melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan saat ini tengah memperluas jaringan pemasaran produk unggulan daerah.

Salah satunya produk hasil pertanian yang saat ini sedang dipromosikan,
yakni beras Rojolele Srinuk yang merupakan produk unggulan hasil
pertanian di Klaten.

Bahkan, lanjut Sri Mulyani, beras Rojolele Srinuk sudah menjadi
langganan apatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten, sebagai pengganti tunjangan beras.

"Mudah-mudahan tidak hanya ASN Klaten, beras Rojolele Srinuk juga bisa
menyebar luas sampai daerah lain. Sehingga, dapat menggaungkan kembali
ikon beras Rojolele. Saya minta dukungan kepada seluruh masyarakat untuk pembangunan pertanian, yakni mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan di Klaten," ujarnya.

Kepala Desa Demakijo, Ery Karyatno, kepada Media Indonesia  mengatakan,
bahwa lahan pertanian yang ditanami perdana padi Rojolele Srinuk seluas 6,5 hektare.

"Luas lahan sawah di Desa Demakijo sekitar 78 hektare. Adapun lahan yang ditanami padi Rojolele Srinuk 6,5 hektare. Tanah sawah ini milik kas Desa Demakijo," imbuhnya.

Panen perdana padi Rojolele Srinuk, menurut Kades Ery Karyatno, cukup
menggembirakan. Hasilnya mencapai sekitar 10 ton per hektare atau total
65 ton gabah kering giling.

"Untuk pembangunan pertanian ke depan, kami telah menyiapkan petani
milenial yang saat panen perdana Rojolele Srinuk dikukuhkan oleh Bupati
Sri Mulyani," ujarnya. (N-2)

BERITA TERKAIT