23 November 2021, 18:07 WIB

Buruh Di Cianjur Tuntut UMK 2022 Naik 21%


Benny Bastiandy | Nusantara

RIBUAN buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berunjuk rasa, Selasa (23/11). Mereka menuntut penaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2022 secara rasional.

Sejak pagi, buruh sudah berkumpul di sejumlah lokasi. Bahkan, mereka sempat memblokade jalan utama Cianjur-Bandung di sekitar Tugu Pramuka di Kecamatan Karangtengah. Akibatnya, terjadi kemacetan parah. Arus kendaraan pun terpaksa harus dialihkan ke beberapa ruas jalan alternatif.

Memasuki siang, ribuan buruh mulai bergerak ke sejumlah titik yang jadi tujuan aksi demonstrasi dengan cara longmarch. Sebagian bergerak ke Pendopo Cianjur. Sebagian lagi bergerak ke Cipanas dengan tujuan menuju ke Istana Kepresidenan. Aparat kepolisian dibantu personel Brimob dan TNI serta Satpol PP mengawal aksi mereka.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik, menegaskan para buruh menuntut penaikan UMK 2022. Mereka berharap agar tuntutan penaikan UMK 2022 sebesar 21% dari UMK 2021 bisa direalisasikan pemerintah.

"Kami longmarch ke Istana Kepresidenan Cipanas dengan tuntutan adanya kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 21%," tegas Hendra.

Bagi Hendra, tuntutan kenaikan UMK 2022 sebesar 21% rasional. Artinya, tuntutan tersebut sudah berdasarkan penghitungan kebutuhan. "Jadi, kebutuhan buruh di Kabupaten Cianjur itu sekitar Rp3,2 juta. Jadi tuntutan penaikan UMK sebesar 21% sangat rasional," terang Hendra.

Hendra mengaku akan melakukan aksi demo selama tiga hari, terhitung 23-25 November 2021. Seandainya tuntutan mereka tak dipenuhi, tegas Hendra, buruh sepakat akan terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi.

"Kami juga menyampaikan kritik bagi pemerintah. Buka ruang diskusi dengan buruh. Temui kami. Jangan selalu dihadapkan dengan bangunan atau kantor yang kosong," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Komplek Pemkab Cianjur, hingga pukul 15.00 WIB, ribuan buruh masih bertahan di depan pintu gerbang masuk. Sebelumnya mereka juga menggelar orasi dengan tuntutan penaikan UMK 2022. (OL-15)

BERITA TERKAIT