23 November 2021, 17:45 WIB

Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Cianjur Capai 57,96%


Benny Bastiandy | Nusantara

CAKUPAN vaksinasi covid-19 dosis pertama di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mencapai 57,96% atau sebanyak 1.109.139 suntikan. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun terus berupaya agar bisa mencapai target minimal 70%.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan jumlah sasaran covid-19 di Kabupaten Cianjur sebanyak 1.916.814 orang. Hingga saat ini capaian vaksinasinya di kisaran 57,96%.

"Capaian terus berprogres. Sekarang sudah mencapai 57,96%," kata Yusman, Selasa (23/11).

Dari sebanyak 1.916.814 orang sasaran, sebanyak 5.418 orang merupakan SDM kesehatan, lanjut usia sebanyak 168.914 orang, petugas publik sebanyak 80.023 orang, masyarakat rentan dan umum sebanyak 1.405.570 orang, dan remaja sebanyak 25.889 orang.

"Kalau untuk capaian dosis kedua sebanyak 425.750 suntikan atau 22,21% dan dosis ketiga sebanyak 2.906 suntikan atau 0,15%," jelas Yusman.

Capaian vaksinasi covid-19 dosis pertama SDM kesehatan sudah mencapai 117,59% atau sebanyak 6.371 suntikan, dosis kedua mencapai 108,49% atau sebanyak 5.878 suntikan, dan dosis ketiga mencapai 52,86% atau sebanyak 2.864 suntikan. Di kalangan lansia, capaian dosis pertama sebesar 57,04% atau sebanyak 96.352 suntikan dan dosis kedua sebesar 14,21% atau sebanyak 25.011 suntikan.

Sementara capaian dosis pertama petugas publik sebesar 142,88% atau sebanyak 114.333 suntikan dan dosis kedua sebesar 116,20% atau sebanyak 92.984 suntikan. Capaian dosis pertama masyarakat umum dan rentan sebesar 49,65% atau sebanyak 697.870 suntikan.

Sedangkan kalangan untuk remaja, capaian dosis pertama 75,42% atau sebanyak 193.734 suntikan dan dosis kedua 34,91% atau sebanyak 89.691 suntikan. Untuk capaian dosis pertama ibu hamil 0,01% atau 125 suntikan dan dosis kedua 58 suntikan dan alangan disabilitas capaian dosis pertamanya 61 suntikan dan dosis kedua 62 suntikan. "Untuk ibu hamil dan disabilitas memang masih cukup rendah," pungkas Yusman. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT