23 November 2021, 09:55 WIB

Genangan Banjir di Beberapa Wilayah Kalteng Alami Penurunan


 Ferdian Ananda Majni | Nusantara

MEMASUKIipekan ke-4, meski banjir masih menggenangi wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, namun beberapa kawasan, tinggi muka air mengalami penurunan bahkan hingga ketinggian air normal.

Data dampak yang dihimpun BPBD setempat hingga Senin (22/11), pukul 18.00 WIB sebagai berikut, populasi terdampak 1.981 KK atau 7.881 jiwa, warga mengungsi 172 KK atau 586 jiwa.

Sedangkan pada kerugian material, sejumlah bangunan terendam dengan rincian sebanyak 902 unit rumah, 4 fasilitas kesehatan, 10 fasilitas pendidikan dan 7 sarana tempat ibadah.

"Infrastruktur berupa jalan desa sepanjang 4.508 km terendam. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Selasa (23/11).

BNPB terus memonitor kondisi penanganan darurat di kabupaten ini dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD kabupaten dan provinsi. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan.

"Peringatan dini cuaca BMKG mengidentifikasi dalam dua hari ke depan, wilayah Kalimantan Tengah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang," sebutnya.

Pihak BPBD Kabupaten Pulang Pisau juga menginformasikan luapan air masih merendam beberapa pemukiman warga dan fasilitas umum. Di samping itu, jalan trans Kalimantan Palangka Raya – Banjarmasin tergenang dengan tinggi muka air sekitar 76 cm sepanjang 170 meter.

"Situasi tinggi muka air di wilayah Kecamatan Banama Tingang sudah berada pada kondisi normal," paparnya.

Hingga hari ini, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau masih menetapkan status tanggap darurat. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pulang Pisau Nomor 539 Tahun 2021 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kecamatan Kahayan Tengah, Kecamatan Banama Tingang dan Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Status tersebut berlaku 14 hari, terhitung pada 18 November hingga 1 Desember 2021.

Berikut ini wilayah terdampak di tingkat kecamatan yang berada di Kabupaten Pulang Pisau, yaitu Kecamatan Banama TIngang dengan 6 desa, antara lain Desa Tangkahan, Bawan, Pahawan, Ramang, Hanua dan Hurung.

Kecamatan Kahayan Tengah dengan 3 desa, antara lain Desa Penda Barania, Tanjung Sangalang dan Balukon.

Kecamatan Kahayan Kuala dengan 13 desa, antara lain Desa Tanjung Perawan, Papuyu I Sei Pasanan, Papuyu II Sei Barunai, Sei Rungun, Bahaur Batu Raya, Bahaur Basantan, Papuyu III Sei Pudak, Cemantan, Bahaur Tengah, Bahaur Hilir, Kiapak, Bahaur Hulu dan Bahaur Hulu Permai.

Kecamatan Jabiren Raya dengan 4 desa, antara lain Desa Tanjung Taruna, Tumbang Nusa, Jabiren dan Pilang

Sementara itu, dalam penanganan bencana banjir di Kalimantan Tengah, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto menekankan pada pelayanan warga terdampak, termasuk para penyintas. Pelayanan tersebut salah satunya melalui dukungan logistik dasar dan operasional dapur umum.

"Dalam penanganan banjir di provinsi ini, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai, logistik dan personel untuk pendampingan pos komando," pungkasnya. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT