23 November 2021, 09:05 WIB

Bupati Sikka Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 20 Desember 2021


Gabriel Langga | Nusantara

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo menetapkan status tanggap darurat terhitung sejak tanggal 20 November sampai dengan 19 Desember 2021. Status keadaan tanggap darurat di Kabupaten Sikka ini ditetapkan melalui surat Pernyataan Bencana dengan nomor, BPBD.I-360/320/XI/2021 tanggal 20 November 2021 yang ditandatangani oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Kepala BPBD Sikka Muhammad Daeng Bakir mengatakan Bupati Sikka menetapkan Kabupaten Sikka dalam status tanggap darurat, karena telah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan gelombang pasang menyebabkan terjadinya banjir, tanah longsor dan abrasi pantai di wilayah Sikka.

Hujan deras hingga terjadi banjir ini, mengakibatkan rusaknya rumah-rumah penduduk, tanaman pertanian, tanaman komoditi, rusaknya peralatan nelayan, tanah longsor dan pohon tumbang yang menimbulkan kerusakan fasilitas umum lainnya.

Daeng Bakir menyebutkan, data sementara pemukiman warga yang terendam banjir ada di Kelurahan Waioti sebanyak 101 rumah, Beru 13 rumah, Kota Baru 3 rumah dan Wairotang 1 rumah, serta Desa Masebewa, Kecamatan Paga ada 4 rumah. Dalam bencana banjir ini tidak ada korban meninggal dunia.

Meski begitu kata dia, pihaknya terus turun ke beberapa lokasi banjir dan mendata kerugian yang diderita oleh warga. "Kan tadi saya sampaikan adalah data sementara yang sudah masuk ke posko BPBD Sikka. Tetapi masih banyak informasi lisan, namun kami masih menunggu data resmi dari lapangan. Saat ini tim kami masih turun untuk mendatanya," kata Daeng Bakir.

Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat ini, Daeng Bakir berharap mampu mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Sikka.

Dia pun mengaku Bupati Sikka telah menginstruksikan langsung kepada seluruh lurah dan kepala desa untuk melakukan langkah cepat dalam penangananbencana pada musim hujan. Apalagi Kabupaten Sikka telah mendapatkan surat peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ekstrem sehingga harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

"BMKG menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat Sikka supaya hati-hati dengan cuaca yang mungkin tiba-tiba menjadi hujan lebat. Prinsip kita tetap waspada," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun, OJK Kalteng Gelar Vaksinasi Covid-19 di Palangka Raya

 

BERITA TERKAIT