23 November 2021, 08:40 WIB

Tim Gabungan Cari Satu Warga Gayo Lues yang Tertimpa Material Longsor


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

SATU warga tertimbun material longsor di wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang diperkirakan berusia 60 tahun tersebut. Informasi itu berdasarkan perkembangan terkini dari BPBD Kabupaten Gayo Lues, Selasa (23/11) pukul 05.26 WIB.

Peristiwa tanah longsor itu terjadi pada Senin (22/11) malam pukul 23.00 WIB. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues menyebutkan material longsor yang terjadi di wilayah lintas, antara Kecamatan Rikit Gaib dan Pantan Cuaca. 

Baca juga: Banjir di Dua Titik Jalan Trans Kalimantan Sudah Mulai Surut dan Bisa Dilewati Kendaraan

Insiden ini menyebakan dua warga terdampak material longsoran. Satu warga di antaranya telah dievakuasi tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

"Upaya pencarian sejak peristiwa ini terjadi dilakukan tim gabungan dari personel BPBD, TNI, Polri dan warga setempat," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa (23/11).

Tanah longsor berlangsung setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, Senin (22/11) malam, sehingga situasi ini menyebabkan longsor sekitar pukul 22.00 WIB. 

Pascalongsor pencarian korban terkendala cuaca hujan deras dan kondisi malam hari. Petugas di lapangan berhati-hati dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan dengan memperhatikan potensi longsor susulan.

"Pantauan prakiraan cuaca BMKG pada hari ini hingga besok, wilayah dua kecamatan yaitu Rikit Gaib dan Pantan Cuaca masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan," sebutnya.

Menyikapi potensi hujan di kawasan tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. 

"Warga dan komunitas dapat menyiapkan rencana kesiapsiagaan maupun menjalin komunikasi antar desa untuk memantau kondisi dan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT