21 November 2021, 21:45 WIB

BNPB akan Turunkan Tim Investigasi Penyebab Banjir di Kalteng 


Surya Siryanti | Nusantara

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Mayjen Suharyanto mengatakan akan segera menurunkan tim untuk mengetahui penyebab banjir di Kalimantan Tengah. Hal ini merupakan sebagai upaya penanganan jangka Panjang untuk pengendalian banjir ke depannya. 

"Kami dari BNPB akan segera menurunkan tim untuk segera mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab banjir. Dari hasil analisa akan diputuskan penanganan dan langkah-langkah yang telat dan komprehensif dengan sasaran jangka menengah di Tahun 2022 nanti, diharapkan di akhir tahun 2022 tidak banjir lagi,", jelas Suharyanto usai melakukan peninjauan lokasi bencana banjir di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (21/11). 

Suharyanto mengungkapkan akan menurunkan tim setelah air surut. 

"Setelah air surut, tim yang melihat penyebabnya akan segera turun. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu kedepan tidak ada hujan deras lagi. Karena satu minggu mulai sekarang jika tidak ada hujan, pasti air akan surut:, pungkas Suharyanto dalam keterangan tertulis 
Diskominfosantik Kalteng, Minggu (21/11). 

Baca juga : Gubernur Kalimantan Tengah Minta Jangan Sampai Ada Penjangkitan Covid-19 dari Klaster Banjir

Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Kepala BNPB bersama Penjabat Sekda Kalteng Nuryakin meninjau lokasi banjir di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya yakni di Jalan Arut, tenda pengungsian korban banjir di Jalan Mendawai dan peninjauan GOR KONI Futsal, komplek Senaman Mantikai Palangka Raya yang dijadikan tempat penampungan warga sementara yang terdampak banjir di wilayah Kelurahan Pahandut dan Langkai. 

Peninjauan juga dilakukan dilokasi banjir yang berada di Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. 

Berdasarkan data dari BPBPK Provinsi Kalteng per 20 November, terdapat 6 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Selatan. 

Dengan jumlah 40 Kecamatan, 177 Desa/Kelurahan, 33.530 KK, 96.015 Jiwa terdampak banjir dan hingga saat ini terdata 2.038 KK, 6.449 Jiwa mengungsi pada posko banjir yang telah disediakan pemerintah. (OL-7)

BERITA TERKAIT