20 November 2021, 09:22 WIB

Kampanye Cegah Stunting di Tegal Dengan Makan Telur Bebek


Supardji Rasban | Nusantara

UPAYA menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh pada balita terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal Jawa Tengah, dengan menggandeng pihak lain. Berkolaborasi dengan Yayasan Sakila Kerti, Pemkot Tegal menggelar sosialisasi sekaligus makan telur bebek dan minum susu bersama anak-anak.

Sosialisasi makan telur bebek dan minum susu dihadiri isteri Walikota Tegal, Roro Kusnabella Elfa dan ketua Yayasan Sakila Kerti, Yusqon serta undangan lainnya seperti isteri Wakil Walikota, Dyah Probondari dan Ratna Edi Suripno isteri anggota DPRD Kota Tegal.
     
Roro Kusnabella mengingatkaan orang tua harus memahami jika makanan yang bergizi tidak harus makanan yang enak enak seperti daging. "Makan tempe, tahu, ikan dan mengkonsumsi sayur mayur juga termasuk makanan yang menyehatkan," ujar Roro Kusnabella yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Sabtu (20/11).
     
Yusqon menambahkan jika anak merupakan aset bangsa, maka yang harus diperhatikan asupan gizinya mereka tetap terjaga sehingga kelak dewasa menjadi anak yang cerdas. "Itu sebabnya kami melakukan sosialisasi kepada anak-anak dan makan telur bebek bersama serta minum susu kolaborasi dengan Pemkot Tegal," ujar Yusqon.
     
Yusqon menuturkan pihaknya mengikuti program yang dilakukan Pemkot Tegal agar warganya tidak ada yang mengalami gizi buruk. Yayasan
Sakila Kerti selanjutnya akan memprogramkan makan telur bebek atau itik dan minum susu menjadi program bulanan. "Agar anak-anak yang menjadi asuhan Yayasan Sakila Kerti menjadi anak sehat dan cerdas," ucap Yusqon.

baca juga: Rembuk Stunting, Upaya Sinergitas Turunkan Angka Stunting di Lombok Utara
     
Pemkot Tegal memiliki program pengurangan kasus stunting yakni Kota Tegal Menuju Zero Stunting. Program tersebut bernama Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur Itik (Gerimis Matik).

Angka stunting Kota Tegal selama tiga tahun terakhir dilaporkan menurun. Yakni pada 2019 adalah 7.03%, tahun 2020 turun menjadi 6,49%,
dan per Januari 2021 turun lagi menjadi 4,76 %. Penurunan angka stunting di Kota Tegal tersebut jauh lebih rendah ketimbang angka stunting nasional sebesar 27,7. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT