17 November 2021, 18:46 WIB

BPBD Kota Batu Fokus Pemulihan Pascabanjir Bandang


Bagus Suryo | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur, fokus pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Masa tanggap darurat bencana banjir bandang berakhir Rabu (17/11) dan selanjutnya memasuki masa transisi darurat bencana.

"Kami sudah melakukan kaji cepat, semua proses sudah dilakukan," tegas Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu, Rabu (17/11).

Sebanyak 12 rumah rusak berat dari 31 rumah rusak akibat diterjang banjir bandang pada Kamis (4/11) lalu. Rumah-rumah itu berada di Desa Sidomulyo, Bulukerto, Sumberbrantas, Bumiaji, Tulungrejo, Sumbergondo, Giripurno, Temas dan Pendem.

"Normalisasi sudah dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Kerusakan infrastruktur dam akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

BPBD bersama tim gabungan membangun kembali rumah yang hancur  termasuk merelokasi warga. "Ini masuk hari ketiga pembangunan rumah. Kita distribusikan bahan material bangunan dan tenaga kerja kita siapkan," tuturnya.

Ia mengungkapkan lima rumah di Bulukerto hancur, rata dengan tanah. Petugas sudah membangunkan rumah lagi di lokasi berbeda karena pemiliknya punya tanah di tempat lain. Namun, tiga warga lainnya sedang dicarikan lokasi yang aman dengan cara dibelikan tanah menggunakan dana donatur.

Sedangkan bantuan kerusakan lahan akan ditangani oleh Dinas Pertanian. Saat ini, petugas masih membersihkan material pascabanjir dan mendata kerugian akibat bencana.

Data sementara, banjir bandang merusak 31 rumah. Lima tempat usaha juga ludes, 46 kendaraan bermotor rusak karena hanyut terbawa banjir. Adapun kerusakan lahan pertanian mencapai 28,303 hektare milik 209 petani.

Banjir bandang yang membawa material lumpur dan batang kayu menerjang 9 desa itu memutus jaringan air minum, merusak saluran irigasi, dam dan pintu air. Korban meninggal dunia 7 orang. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT