17 November 2021, 16:22 WIB

Gandeng CrediBook, Pemerintah Kota Kediri Dorong UMKM Go Digital


Mediaindonesia.com |

PEMERINTAH kota Kediri, Jawa Timur, berkolaborasi dengan CrediBook, start-up yang berfokus pada digitalisasi operasional UMKM, dalam penyelenggaraan pelatihan pelaku UMKM secara daring bertajuk UMKM Go Digital: Makin Kredibel dan Cuan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM dalam mengelola usaha dengan memanfaatkan teknologi digital. 

Pelatihan itu diikuti oleh 200 pelaku UMKM Kediri dari beragam latar belakang usaha, seperti makanan dan minuman, fesyen dan kriya, jasa, hingga pertanian. CrediBook dan Pemerintah Kota Kediri menghadirkan pakar yang mengedukasi peserta pelatihan mengenai pengelolaan keuangan usaha, seperti pengelolaan arus kas, utang piutang, serta pembuatan laporan keuangan. UMKM didorong untuk memiliki pencatatan keuangan yang rapi agar memudahkan pemantauan kondisi usaha hingga dapat mengajukan pinjaman.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dalam sambutannya saat kegiatan pelatihan, mengapresiasi upaya CrediBook dalam program untuk mengakselerasi kapasitas keuangan dan digital pelaku usaha di Kediri itu. Abdullah menyatakan salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius dalam recovery ekonomi di masa pandemi covid-19 yakni memantapkan kesiapan pelaku UMKM untuk go digital. "Pemerintah Kota Kediri berupaya semaksimal mungkin untuk terus mendampingi dan menggandeng mitra untuk para pelaku UMKM Kota Kediri agar bisa lebih baik dan lebih besar lagi ke depan," ujarnya saat membuka pelatihan UMKM Go-Digital : Makin Kredibel Dan Cuan di Command Center, Selasa (16/11).

"Kami bekerja sama dengan platform e-commerce untuk akselerasi pelaku UMKM onboarding di ekosistem digital. Kemudian terkait digitalisasi pembayaran, Pemkot Kediri juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk terus memperluas penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM," jelasnya. Disampaikannya pula, Banyak pelaku usaha yang belum bisa memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Pencatatan keuangannya masih dijalankan secara manual di kertas.

Untuk itu, upaya Pemerintah Kota Kediri saat ini yaitu berkolaborasi dengan CrediBook untuk mengatasi salah satu tantangan pengembangan UMKM terkait pengelolaan keuangan. "Ketika skala bisnis makin besar dan order makin banyak, saya yakin pencatatan manual seperti itu tidak akan efektif lagi. CrediBook membuka kelas bagi pelaku UMKM, bagaimana mengelola dan mencatat keuangan secara proper agar bisnisnya makin profitable dan berkembang," tuturnya.

Wali Kota Kediri berpesan agar para pelaku UMKM dapat terus mengembangkan sayap dan mengubah strategi marketnya untuk go-digital. Ia berharap para pelaku UMKM teredukasi dan terasah digital skill dengan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri.

CEO dan Co-Founder CrediBook Gabriel Frans berterima kasih atas sinergi bersama Pemerintah Kota Kediri yang memiliki visi sejalan untuk mengajak pelaku UMKM melek keuangan dan teknologi digital. "Pelatihan di bidang literasi keuangan dan penggunaan teknologi digital akan membantu UMKM Indonesia naik kelas serta turut merasakan keuntungan dari tingginya nilai ekonomi internet Indonesia yang diprediksi menyentuh angka US$70 miliar di tahun ini," ungkap Gabriel.

Sebagai perusahaan teknologi, CrediBook menghadirkan aplikasi pencatatan dan manajemen keuangan yang dapat digunakan gratis oleh pelaku UMKM. "Saya dan teman-teman pendiri membangun CrediBook untuk membantu UMKM Indonesia bersaing di era digital. Saat ini, UMKM harus bisa mengambil keputusan bisnis secara cepat dan akurat. Pengelolaan keuangan yang baik akan mempermudah pelaku usaha mengambil keputusan. Aplikasi CrediBook membantu memudahkan UMKM mencatat keuangan usahanya kapan saja dan di mana saja," kata Gabriel.

CrediBook dilengkapi dengan layanan komplet untuk pengelolaan keuangan UMKM, mulai pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pembayaran, sampai memisahkan pembukuan pribadi dan usaha dalam satu aplikasi. Pihaknya selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT