16 November 2021, 23:46 WIB

Kadin Fasilitasi Kebutuhan Petani Donggala untuk Menanam Jagung  


M Taufan SP Bustan | Nusantara

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Donggala, Sulawesi Tengah, mencetuskan gerakan menanam jagung untuk membantu masyarakat yang berpofesi sebagai petani di kabupaten itu. 

Ketua Kadin Kabupaten Donggala, Rahmad M Arsyad mengatakan, program dengan nama ekosistem perkebunan jagung Kadin Smart itu melibatkan sebuah perusahaan pengolahan jagung, perbankan, dan petani dengan memanfaatkan lahan tidur maupun lahan produktif. 

"Dalam program itu, Kadin Donggala memfasilitasi petani. Mulai dari modal hingga pemasaran," terangnya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Palu, Selasa (16/11).  

Menurut Rahmad, dalam menjalankan program tersebut, petani akan dibantu melalui modal usaha bank, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan lainnya. "Intinya sumber dana untuk modal itu dari pelbagai sisi. Kadin akan menyiapkan itu," ujarnya.  

Oleh karena itu, Rahmad berharap pemerintah Donggala dapat menyiapkan tenaga penyuluh dan daya dukung alat produksi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi petani.  

Menurutnya, selama ini petani terus didorong bertanam, tapi tidak disiapkan pemasarannya, sehingga ekosistemnya tidak berjalan baik. 

"Sekarang Kadin bantu pengelolaan lahan, teknologi panen hingga pemasaran, dengan harapan ke depan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Tapi, pemerintah juga jangan tinggal diam," imbuh Rahmad.  

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Donggala, Rustam Efendi, menyatakan dukungan dan komitmennya dalam mendukung gerakan penanaman jagung yang difasilitasi Kadin. 

"Peluang pengembangan usaha pertanian di Donggala cukup besar dengan ketersediaan sumber daya lahan, tinggal modal usaha dan terakhir berupa pasar. Di sinilah pemerintah Donggala melakukan fasilitas seperti kemitraan dengan perbankan dan pengusaha melalui Kadin," paparnya.   

Menurutnya, pemerintah daerah akan memfasilitasi dengan harapan akan meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan pembangunan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Karena selama ini APBD sangat terbatas sehingga perlu peningkatan melalui PAD. Tentunya diperlukan pemahaman bersama melalui bidang usaha pelbagai sektor," tandas Rustam. (TB/OL-10)

BERITA TERKAIT