16 November 2021, 21:20 WIB

NTB Ekspor Tas Ketak ke Saudi Arabia


Yusuf Riaman | Nusantara

 

SEBANYAK 37.944 tas ketak dari Nusa Tenggara Barat diekspor ke Arab Saudi menggunakan kontainer internasional. Komoditas itu dikirim dari pelabuhan Lembar ke Surabaya kemudian langsung ke kota Riyadh, Arab Saudi.

"Ekspor adalah kunci untuk meningkatkan nilai jual produk-produk para
UMKM kita. Peluang pertumbuhan ekonomi akan semakin besar kalau
kegiatan ekspor kita tinggi," kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat  
melepas Ekspor Kerajinan Tas Ketak ke Arab Saudi di Gedung
Science Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB, Selasa (16/11).

Gubernur menjelaskan, produk-produk lokal NTB tidak akan pernah
meningkat penjualannya tanpa diekspor ke berbagai negara. Sebab,
kegiatan ekspor akan membutuhkan ribuan produk hingga ratusan ribu
produk yang akan dikirim ke berbagai negara. Karena itu, pelaku UMKM akan bergairah berproduksi kalau sudah ada kepastian pasar yang
bagus.

Menurut Zul sapaan akrab Zulkieflimansyah, keberhasilan mengekspor
kerajinan tas Ketak ini dapat menjadi pemicu bagi produk kerajinan
lainnya untuk diekspor ke berbagai negara lainnya. Ekspor juga sebagai bukti  bahwa NTB bukan hanya mampu memproduksi kerajinan tas tapi juga mampu menciptakan mesin-mesin canggih yang bisa bersaing dengan negara maju lainnya.

"Mudah-mudahan ekspor kita meningkat. Semoga ke depan, bukan hanya tas
tapi kita juga bisa mengekspor sepeda listrik dan mesin-mesin kita,"
harap Bang Zul.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman mengatakan, kerajinan tas Ketak yang akan diekspor ke Arab Saudi merupakan produk lokal yang melibatkan sekitar 700 pengrajin asal Lombok Tengah dan Lombok Barat.

"Proses pemenuhan pemesanan kerajinan tas Ketak ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai sejak Mei 2021. Alhamdulillah ekspornya bisa terealisasi hari ini," ungkapnya.

Seperti diketahui, kerajinan tas ketak merupakan kerajinan memanfaatkan
tanaman ketak sebagai bahan baku utamanya dan dikombinasikan dengan rotan. Tanaman itu adalah sejenis rumput liar yang merusak tanaman lainnya. Dia biasanya menjulur ke pohon-pohon.

kini rumput ini sangat berharga, karena menjadi bahan utama kerajinan anyaman.  Dari rumput ketak, terlahir aneka kerajinan bernilai
tinggi seperti tas, berbagai peralatan rumah tangga seperti alas piring, alas gelas, maupun tempat aksesoris.

Dalam acara pelepasan ekspor kerajinan tas Ketak juga dihadiri Ketua
Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati, Kepala BI Perwakilan NTB,
Heru Saptaji, Komisari PT Central Logistik Lintas Timur, Kepala Dinas
Perindustrian NTB serta pemangku kepentingan lainnya. (N-2)

BERITA TERKAIT