16 November 2021, 10:40 WIB

Omzet Toko Emas Turun 60 Persen Selama Pandemi Covid


Tosiani | Nusantara

PANDEMI covid-19 juga memukul bisnis penjualan perhiasan emas di daerah Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Semenjak pandemi angka penjualan di sejumlah toko emas mengalami penurunan antara 50 hingga 60 persen.

Jackson, pemilik Toko Emas Cantik di Purwokerto mengungkapkan, sebelum pandemi covid-19 nilai transaksi penjualan perhiasan emas di tokonya bisa mencapai rata-rata Rp100 juta per hari. Namun semenjak pandemi nilai transaksi penjualannya merosot drastis di angka rata-rata Rp40 juta hingga Rp 50 juta per hari.

"Pandemi covid amat berdampak pada penjualan perhiasan emas. Penjualan kami turun hingga 60 an persen,"ujar Jackson, Selasa (16/11), di Purwokerto.

Ia menyebutkan, saat ini harga emas masih di kisaran Rp800 ribu per gram dengan kadar emas 18 karat. Harga tersebut turun dari beberapa waktu sebelumnya yang sempat mencapai Rp900 ribu per gram dengan kadar emas yang sama yakni 18 karat. Harga emas cenderung menyesuaikan dengan kondisi dan kadar emas yang ada.

Selain penjualan yang turun drastis, diakui Jackson, semenjak pandemi lebih banyak orang menjual kembali perhiasan emasnya ke toko ketimbang membeli emas. Ia menduga hal itu lantaran masyarakat terdesak kebutuhan ekonominya yang juga terimbas pandemi covid.

Sedangkan jika membuat pilihan menjual emas secara online, dinilai sebagai pilihan yang kurang tepat lantaran banyak kendala tekhnis. Atas dasar itu, penjualan perhiasan emas tetap harus dilakukan secara langsung dari tokonya.

"Sejak pandemi memang lebih banyak orang yang menjual emasnya kembali ketimbang membeli emas. Sekarang bisnis ini sedang lesu terimbas pandemi covid,"pungkas Jackson. (OL-13)

Baca Juga: Emas Turun Tipis Tertekan Aksi Ambil Untung

BERITA TERKAIT