15 November 2021, 19:54 WIB

Harga Cabai Merah Di Palembang Makin 'Pedas'


Dwi Apriani | Nusantara

HARGA cabai merah di Kota Palembang, Sumatra Selatan, saat ini sangat tinggi. Bahkan di pasar tradisional, harganya mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Yunani, pedagang pasar KM 5 Palembang menyebutkan, kenaikan harga cabai merah sudah berlangsung selama sepekan terakhir. "Kita dapat harga dari agen. Jadi kita pun menjual cabai merah menyesuaikan. Dua hari lalu masih Rp60.000 per kilogram, tapi hari ini naik lagi menjadi Rp70.000 per kilogram," kata dia.

Ia mengakui, kenaikan harga ini membuat pihaknya harus mengurangi stok yang diambil dari agen. Lantaran kekuatiran daya beli masyarakat menurun. "Biasanya sehari kita bisa habis jual sekitar 30-50 kilogram tapi kita sekarang ambil dari agennya di pasar induk Jakabaring sedikit, kita tidak mau cabainya tidak habis terjual," jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi mengatakan, kenaikan harga cabai merah di Palembang dan sejumlah daerah di Sumsel dampak dari cuaca dan perubahan iklim.

"Cabai merah di wilayah kita ini disuplai dari OKI, Musi Rawas dan sebagainya. Sekarang musim hujan sehingga ada beberapa daerah yang tidak bisa panen cabai sehingga terdampak pada pasokan. Sementara kebutuhan masyarakat sangat besar," ucapnya, Senin (15/11).

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai merah ini sudah terjadi sejak satu minggu. Bahkan pada Jumat lalu, harganya sudah mencapai Rp50.000 per kilogram dan sekarang mencapai Rp60.000 per kilogramnya.

"Harganya fluktuatif. Harga tergantung dengan pasokan sementara kebutuhan cabai merah masih sama. Biasanya cabai merah dijual dengan harga Rp25.000-30.000 per kilogram," ucapnya.

Meski terjadi kenaikan harga pada cabai merah, namun Ruzuan memastikan tidak terjadi kenaikan harga pada komoditas lain. Bahkan harga bawang merah dan bawang putih pun masih normal Rp30.000-35.000 per kilogramnya. "Yang terjadi kenaikan memang pada sayur mayur, namun angkanya masih taraf wajar," jelasnya.

Untuk itu, Ruzuan berharap agar masyarakat dapat lebih bijak dan hemat dalam menggunakan cabai merah. "Ini hanya karena dampak cuaca dan perubahan iklim pancaroba saja, sifatnya fluktuatif. Jika cuaca sudah membaik, pasti petani akan dapat kembali memasok cabai merah ke pasaran, dan harganya akan kembali normal," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT