15 November 2021, 18:06 WIB

Pemkot Semarang Salurkan Ribua Oksigen Tabung


Akhmad Safuan | Nusantara

KASUS Covid-19 masih menjadi ancaman serius warga Semarang, setiap hari jumlah pasien dirawat di rumah sakit masih mengalami naik turun. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali mengingat kewaspadaan akan ancaman gelombang tiga dengan menyalurkan 1.127 tabung oksigen bantuan dari Kementerian Perindusterian.

Pemantauan Media Indonesia Senin (15/11) kasus covid-19 masih menjadi ancaman bagi warga Semarang. Jumlah pasien positif covid-19 yang dirawat di beberapa rumah sakit, naik turun setiap hari. Jika pada awal pekan lalu sempat turun hanya empat orang dan naik pada akhir pekan menjadi 13 orang dirawat, awal pekan ini kembali dengan 11 orang masih dirawat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan meskipun kasus covid-19 dapat dikendalikan dengan gencarnya vaksinasi dilakukan. Namun ancaman penyebaran Covid-19 masih menjadi ancaman yang perlu kewaspadaan tinggi bagi seluruh warga daerah ini.

"Saya telah bagikan 1.127 tabung oksigen untuk 32 rumah sakit dan 37 puskesmas di bawah Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai antisipasi terjadinya peningkatan pasien covid-19," ujar Hendrar.

Tabung oksigen yang dibagikan dalam rangka Hari Kesehatan tersebut, jelasnya, terdiri dari 677 tabung oksigen ukuran satu meter kubik dan 450 tabung ukuran enam meter kubik. "Tabung oksigen ini merupakan bantuan dari Kementerian Perindusterian yang diberikan Pemerintah Kota Semarang," tambahnya.

Mobilisasi warga dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, lanjut Hendrar, menjadi langkah penting untuk menahan penyebaran covid-19, karena sebagaimana diketahui setelah berhasil dilakukan upaya menekan jumlah warga terkonfirmasi virus korona terus menurun hingga hanya beberapa orang pasien dirawat, tapi tiba-tiba melonjak dengan munculnya puluhan pasien guru dan siswa.

Saat ini jumlah pasien kembali menurun, ungkap Hendrar, namun bukan berarti sudah aman dari covid-19, sehingga perlu dilakukan upaya menjaga agar tetap terkendali dan antisipasi agar tidak muncul gelombang tiga yang diprediksikan terjadi pada Februari mendatang.

"Jumlah pasien covid-19 dirawat di rumah sakit masih mengalami naik turun, saat ini ada 11 orang pasien yakni tujuh orang merupakan warga Kota Semarang dan empat orang rujukan dari luar daerah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT