15 November 2021, 07:13 WIB

Gubernur Kalteng: Hilirisasi Industri Harus Dibangun di Kalteng


mediaindonesia.com | Nusantara

HILIRISASI merupakan salah satu fokus Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran dalam pptimalisasi pengelolaan sumberdaya alam.

Tujuannya, agar sumberdaya alam di Kalteng dapat ditingkatkan nilai gunanya sebelum dipasarkan keluar Kalteng dan mampu menyerap tenaga kerja setempat.

Hilirisasi yang dicita-citakan adalah untuk mensejahterakan masyarakat Kalteng, bukan untuk mensejahterakan segelintir orang saja dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat.

Sebagai seorang Gubernur yang merupakan Bapak” bagi masyarakatnya, tentu memiliki tanggung jawab yang teramat besar,tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh segenap masyarakat Kalteng.

Dalam beberapa kesempatan Gubernur Sugianto Sabran kerap mengungkapkan bahwa sumber daya alam di Kalteng sangat melimpah.

"Sumber daya alam tentu harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakatnya melalui pendidikan, kesehatan dan pembangunan Infrastruktur," kata Gubernur Kalteng.

Indonesia tercatat memiliki cadangan bauksit mencapai 2,96 miliar ton. Cadangan bauksit Indonesia diperkirakan mencapai 92 tahun. Provinsi juga memiliki sumber daya alam yang melimpah salah satunya adalah bauksit.

"Melihat hal ini kita harus bijak, tidak bisa kita ekplorasi membabi buta tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan nilai manfaat yang dirasakan masyarakat," kata Gubernur Sugianto.

Gubernur Kalteng menegaskan hilirisasi industri di Kalimantan Tengah harus dilakukan sekarang agar bernilai lebih baik dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya.

“Saya sudah menyurati kementerian terkait, bahwa bahan mentah bauksit per Januari 2022 tidak boleh keluar dari Kalteng, bahan mentah harus bisa diolah, minimal barang setengah jadi,” tegas Sugianto di ruang kerjanya Jumat ( 12/11/2021).

Lebih lanjut Suginto mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng mennjamin iklim usaha khususnya keamanan berinvestasi di Kalteng.

“Kami selalu terbuka kepada semua pihak yang ingin berinvestasi, kami akan memberikan layanan yang cepat dan tepat, namun kami juga tidak akan ragu-ragu untuk bertindak tegas terhadap praktek berusaha yang tidak sesuai dengan ketentuan,” tegas Gubernur Sugianto.

Langkah yang dilakukan oleh Suginto terkait penghentian sementara berupa sumber daya alam bahan mentah bauksit keluar  dari Kalteng sangatlah beralasan. Pasalnya selama ini pemanfaatan bahan mentah bauksit kurang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kalteng.

"Hilirisasi menjadi sangat penting karena akan berdampak pada perekonomian secara luas, di antaranya penyerapan tenaga kerja serta peningkatan PAD yang dapat dirasakan melalui  pembangunan berbagai sektor strategis," papar Gubernur Kalteng. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT