11 November 2021, 19:12 WIB

Angka Pengangguran Di Sikka Terus Alami Peningkatan


Gabriel Langga |

TINGKAT pengangguran terbuka di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur selama tiga tahun meningkat terus. Tahun ini diperkirakan angka pengangguran bisa mencapai 8 ribu lebih.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sikka Ir. Marthias Tura Sabon kepada mediaindonesia.com, di ruang kerjanya di Kantor BPS Kabupaten Sikka, Kamis (11/11). Disebutkan, angka pengangguran di Sikka pada 2019 mencapai 5.202 orang.

"Setiap tahun itu angka pengangguran itu naik sekitar 1.000 orang. Jadi selama tiga tahun ini, angka pengangguran di Kabupaten Sikka meningkatterus. Angka pengangguran ini masih didominasi oleh laki-laki," papar dia.

Marthias menyampaikan kenaikan angka pengangguran ini disebabkan karena lapangan kerja di daerah masih terbatas. Selain itu, kenaikan angka pengangguran ini juga disebabkan karena pandemi virus Covid-19. Yang mana banyak usaha-usaha yang mereka geluti itu mati sehingga mereka tidak bekerja lagi.

"Masa pandemi ini, banyak usaha kecil-kecilan mati sehingga mereka tidak menjalankan usaha lagi. Jadi mereka tidak memiliki pekerjaan lagi," papar dia.

Sementara berdasarkan dokumen BPS Nusa Tenggara Timur per Agustus 2021 yang diperoleh oleh media Indonesia.com, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang menempati urutan pertama tingkat pengangguran terbuka dengan 9,76 persen. Urutan kedua, ditempati oleh Kabupaten Belu dengan 5,35 persen. Kemudian urutan ketiga ditempati Kabupaten Manggarai Barat dengan persentase 4,94 persen dan urutan keempat ditempati oleh Kabupaten Lembata dengan persentase 4,94 persen .

Sementara Kabupaten Sikka menempati urutan kelima dengan persentasenya 4,54 persen. Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo menempati urutan terendah tingkat pengangguran terbuka di Nusa Tenggara Timur dengan persentase 0,97 persen. (OL-15)

BERITA TERKAIT