10 November 2021, 16:45 WIB

Warga Pisa Protes Kesulitan Air Minum akibat Proyek Jalan PT SAK


Ignas Kunda |

SEJUMLAH warga di Pisa, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, protes kepada para pekerja PT SAK yang merusak pipa air minum berbahan besi dan menggantinya dengan pipa berbahan plastik atau pipa PE, Rabu (10/11). Protes tersebut langsung dilakukan sejumlah warga ketika mendapati pipa air minum milik PAM Nagekeo yang melintas dan terbenam di badan jalan terkeruk alat berat hingga patah. 

Pipa air minum itu digunakan untuk distribusi air ke rumah-rumah warga. Perusakan terjadi saat alat berat milik PT SAK sedang mengerjakan ruas jalan Aemali-Danga. 

Warga merasa tidak puas karena bahan pipa tidak diganti seperti sedia kala, tetapi diganti dengan pipa berbahan plastik atau PE. Anto Manatapi, salah satu warga Pisa, mengatakan ia merasa kesal karena pihak kontraktor tidak merasa bertanggung jawab untuk mengganti tetapi menyerahkan segala kerusakan kepada pihak layanan umum sistem penyediaan air minum, BLUD SPAM, Nagekeo. 

Padahal sebelumnya ketika menghadap dan melaporkan hal ini kepada BLUD SPAM, ia malah mendapatkan jawaban sebaliknya. "Saya sudah ke BLUD SPAM dan mereka bilang ini kewajiban kontraktor untuk menggantinya, tetapi di sini mereka bilang ini urusan BLUD SPAM," keluhnya.

Menurut Anto, selama ini ketika ada pekerjaan proyek jalan sejak satu bulan lalu di wilayah Pisa bagian kiri ruas jalan Danga-Aemali, warga mengalami kesulitan air bersih akibat banyak patah dan bocornya pipa-pipa distribusi air minum. Anto mempertanyakan terkait dengan pipa besi diganti dengan pipa plastik PE merupakan hal wajar. Apalagi ruas jalan ini sangat ramai dan berpotensi makin intens digunakan karena sudah mengalami pelebaran dan perbaikan. 

"Bahkan satu bulan yang lalu air minum tidak keluar sama sekali. Ironinya, pipa yang patah itu pipa besi dan diganti dengan pipa plastik yang sangat rentan dan bocor. Beberapa titik yang sudah diganti dengan pipa plastik dari pihak kontraktor mengalami kebocoran setelah digunakan," pungkasnya. 

Baca juga: Dorong Perekenomian, Wali Kota Kediri Luncurkan 10 Kampung Keren Prodamas

Sedangkan Fendy dari pihak PT SAK ketika dikonfirmasi Media Indonesia menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan BLUD SPAM Nagekeo bahwa mengganti pipa besi yang rusak dengan pipa plastik hanya bersifat sementara. PT SAK sudah memasang pipa casing atau selubung berdiameter 6 dim atas permintaan BLUD SPAM di beberapa titik karena tahun depan rencana jaringan pipa air minum akan dipindahkan ke bagian belakang rumah warga. "Pihak PAM meminta kami memasang pipa 6 dim di empat lokasi sebagai pelindung casing atau penyalur pipa lain," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT