08 November 2021, 22:35 WIB

Aktivitis Lingkungan Tanam Pohon di Hutan Cikole


Depi Gunawan | Nusantara


Puluhan organisasi penggiat lingkungan terlibat dalam kegiatan penghijauan. Mereka melakukan penanaman berbagai jenis pohon di kawasan hutan Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Penanaman ratusan jenis pohon itu sebagai upaya mengembalikan fungsi hutan serta meningkatkan nilai konservasi kawasan hutan Cikole di area milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Makmur, Ida Suhara
mengatakan, pihaknya selaku mitra Perhutani dalam pengelolaan hutan lindung merasa perlu terlibat dalam pelestarian hutan, dengan mempersiapkan bibit-bibit pohon endemik.

"Kami konsisten mempersiapkan bibit pohon seperti damar, pinus, puspa dan banyak lagi. Semuanya hasil swadaya, modal sendiri tanpa proposal. Profit yang didapat dari hasil kerja sama dikembalikan sebagian untuk kebun bibit dan sebagian lagi pendampingan ke masyarakat dalam hal ekologisnya," katanya, Senin (8/11).

Sebagai pihak yang memanfaatkan kawasan hutan, dia mengatakan, pihaknya
perlu memprioritaskan ekologis hutan tetap terjaga dan fungsi hutan tidak berubah. Ia juga mengajak masyarakat setempat terlibat agar merasa memiliki.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melaksanakan penghijauan dengan menanam
sebanyak 5.200 bibit pohon, pekan lalu. Penanaman pohon akan terus
digencarkan, mengingat akhir tahun ini intensitas curah hujan yang cukup tinggi, dikhawatirkan memberikan dampak kurang baik berupa bencana tanah longsor dan banjir.

Kepala Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Usep Rustandi
mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan reboisasi di kawasan hutan.

"Kami menyambut gembira dan mengapresiasi karena banyak sekali pihak yang peduli terhadap kelestarian hutan Cikole," kata Usep Rustandi.

Penanaman pohon tersebut, jelas dia, bukan berarti kondisi hutan sedang
rusak akan tetapi tujuannya untuk memperkaya tegakkan pohon di kawasan
hutan Cikole.

Usep pun menegaskan bahwa sampai saat ini kondisi hutan masih baik-baik saja. "Walaupun ada aktivitas masyarakat, yaitu wisata, tapi masih dalam koridor pengelolaan hutan di hutan lindung. Artinya, tidak ada yang sifatnya mengubah atau terjadi alih fungsi hutan lindung, hanya memanfaatkan lahan-lahan di bawah tegakkan hutan lindung," ucapnya.

Menurut dia, saat ini kawasan hutan Cikole menjadi salah satu daya tarik wisatawan karena sudah sesuai filosofi wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Fasilitas-fasilitas di sini sudah sangat mendukung untuk kegiatan
pariwisata. Berkaitan dengan ini, Perhutani sudah menetapkan hutan Cikole menjadi Cikole estage. Kedepannya kami bangun kelengkapan infrastruktur sehingga pengunjung bisa lebih nyaman," jelasnya.  (N-2)

BERITA TERKAIT