08 November 2021, 21:45 WIB

PT Semen Gresik Berbagi Kiat Keberhasilan Pelibatan Pemangku Kepentingan


Haryanto | Nusantara

 

KEBERHASILAN PT Semen Gresik (PTSG) meraih berbagai apresiasi, mendorong korporasi menggulirkan program berbagai pengetahun terkait stratregi memperkuat pelibatan pemangku kepentingan.

Acara dikemas melalui Webinar Learn and Share tentang langkah-langkah penguatan keterikatan dan kepercayaan pemangku kepentingan. Acara bertajuk How To Win Over Your Stakeholders digelar Jumat (5/11)

Webinar yang menghadirkan Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PTSG
Gatot Mardiana sebagai narasumber tersebut diikuti oleh ribuan peserta
secara virtual, mulai dari unsur karyawan hingga direksi di lingkungan
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Direktur Keuangan dan SDM PTSG Muchamad Supriyadi menjelaskan, webinar
lebih ditekankan sebagai berbagi pengetahuan  atas pencapaian Semen
Gresik dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergitas dengan
pemangku kepentingan. Hasilnya, perusahaan mendapatkan pengakuan dari Kementerian BUMN, dan berbagai badan/organisasi.

"Kami menilai, pemangku kepentingan punya peran strategis untuk keberlanjutan bisnis perusahaan. Diperlukan komunikasi dan suasana harmonis agar kerja sama berjalan tepat pada rel dan saling menguatkan," kata Supriyadi, Senin (8/11).

Supriyadi menilai, Gatot Mardiana sangat tepat menjadi narasumber
dalam webinar ini karena memiliki pengalaman dalam pelibatan pemangku
kepentingan. Ia punya kapasitas terkait perjalanan panjang pengembangan Semen Gresik, sejak berdiri hingga beroperasi secara komersial dan optimal.

Dikatakannya, pergulatan dan pengalaman Gatot dalam mengelaborasi berbagai pihak hingga PTSG mencapai tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi, layak diserap dan dijadikan pembelajaran bagi siapa saja yang ingin sukses dalam strategi pelibatan pemangku kepentingan.

Webinar itu sendiri berlangsung gayeng dan interaktif. Selaku pemateri tunggal, Gatot dengan taktis mengupas strategi hingga PTSG mendapat banyak apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional dan internasional.

"Kami memulai upaya dengan melakukan identifikasi, menentukan prioritas dan terus memonitoring. Setelah itu dilakukan strategi pendekatan melalui komunikasi personal, konsultasi, dialog, dan kemitraan," paparnya.

Selain itu, lanjut Gatot, ada upaya media relations melalui
publisitas positif serta mengoptimalkan fungsi Rumah BUMN Rembang
sebagai program bagi milenial dan komunitas. (N-2)

 

BERITA TERKAIT