08 November 2021, 21:13 WIB

1.376 Personel Gabungan Buru Empat DPO Teroris Poso


Taufan SP Bustan |

PENGEJARAN terhadap empat teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, terus dilakukan. 1.376 personel gabungan TNI dan Polri diturunkan dalam operasi bersandi Madago Raya.

Empat Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris yang masih diburu di hutan dan pegunungan Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi itu adalah Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya, Kombes Didik Supranoto mengatakan, pelaksanaan operasi lanjutan selama tiga bulan. Ia menjelaskan, tahap I operasi dimulai Januari-Maret, tahap II April-Juni, tahap III Juli-September, dan tahap IV Oktober-Desember.

Menurut Didik, pada tahap akhir di tahun ini, satgas dibagi menjadi enam tim. Di mana, ada satgas intelijen, satgas preemtif, satgas tindak, satgas Gakkum, satgas humas, dan satgas bantuan. "Jadi, enam tim itu masing-masing bertugas sesuai dengan fungsinya. Harapannya tentu untuk bisa menangkap sisa empat DPO," katanya, Senin
(8/11).

Didik menjelaskan, fokus kerja satgas saat ini dalam operasi tidak hanya mengejar sisa kelompok tersebut, namun melakukan pendekatan dengan seluruh warga yang ada di wilayah operasi agar tidak termakan paham radikalisme dan terorisme.

"Operasi ini menginginkan, empat DPO ditangkap hidup atau pun mati. Lalu tidak ada lagi paham radikal yang disebar di tengah masyarakat," ujarnya.  

Didik menambahkan, bahwa satgas masih terus mengejar sisa kelompok tersebut. Ke empat DPO itu pun diduga masih berada di area hutan dan pegunungan di wilayah Poso, Parigi Moutong, hingga Sigi.

Sejauh ini, medan masih menjadi kendala satgas untuk menemukan ke empat DPO. Namun, satgas pun mengimbau agar ke empat DPO mau menyerahkan diri. "Kami juga mengimbau agar warga yang melihat ciri-ciri DPO untuk segera melapor ke pos satgas terdekat," tandasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT