06 November 2021, 21:55 WIB

Dewan Kesenian Klaten Gelar Parade Virtual Wayang Langka


Djoko Sardjono | Nusantara


DEWAN Kesenian Klaten, Jawa Tengah, menggelar parade virtual wayang
langka di Sanggar Omah Wayang, Dukuh Jombor, Desa Danguran, Klaten
Selatan, Jumat (5/11).

Gelar parade wayang langka, kali ini dalam rangka melestarikan dan
mengembangkan potensi seni tradisional daerah yang hampir punah di tengah arus modernisasi.

Parade virtual wayang langka yang digelar dari pukul 13.00 hingga 23.00
WIB, dibuka oleh Yuli Budi Susilowati, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Klaten.

Pembukaan parade virtual wayang langka di Sanggar Omah Wayang dihadiri
Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan DS dan para tokoh seniman dan budayawan.

Ketua Panitia Ki Suwito Radyo melaporkan, parade virtual wayang langka
yang merupakan program kegiatan Dewan Kesenian 2021, diikuti enam orang
dalang asal Klaten.

Wayang langka yang dipentaskan di panggung Omah Wayang, yaitu wayang
golek, wayang tauqid, wayang warta, wayang toprak, wayang tutur, dan
wayang babad.

Pentas wayang golek dengan lakon Umar Maya Krida dibawakan Ki Juwahir,
wayang tauqid cerita Sadat Tembayat dengan dalang Alif Adi C, dan wayang toprak lakon Karebet Ngenger oleh Margana.

Kemudian, wayang tutur yang mengambil lakon Ludiro Kali Sore dipentaskan oleh Baptista Sungkana, dan wayang babad dengan cerita Ondo Rante oleh dalang Kosim Hadi Suwito.

"Enam dalang yang tampil dalam parade virtual wayang langka program
Dewan Kesenian Klaten 2021, semuanya dalang muda termasuk pengrawit atau penabuh gamelan," kata Suwito.

Gelar parade wayang langka, lanjutnya, dalam upaya menghidupkan kembali
atau nguri-uri seni tardisional warisan leluhur yang lama ditinggalkan
seiring dengan kemajuan zaman.

Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, FX Setyawan, dalam sambutannya
mengatakan parade wayang langka yang digelar bekerja sama Omah Wayang,
adalah program kegiatan Dewan Kesenian Klaten 2021.

"Kegiatan parade wayang langka ini dalam rangka nguripke (menghidupkan), ngurubke (mengembangkan), dan ngirabke (mempertontonkan) potensi seni tradisional di Klaten," jelasnya.

Menurut Setyawan, wayang langka hampir punah seiring derasnya arus
modernisasi. Karena itu, Dewan Kesenian memiliki tugas untuk
melestarikan dan mengembangkan potensi seni tradisional tersebut.

Dalam sambutannya pada pembukaan parade virtual wayang langka, Kabid
Kebudayaan Disparbudpora Yuli Budi Susilowati menyambut positif dan
mengapresiasi pergelaran wayang langka atas kerja sama Dewan Kesenian
Klaten dan Sanggar Omah Wayang.

"Kami berharap ke depan pergelaran wayang langka warisan leluhur dan
merupakan potensi seni tradisional daerah, perlu dilestarikan dan
dikembangkan agar tidak terdesak seni budaya asing, bahkan punah di era
globalisasi ini," pesannya. (N-2)

BERITA TERKAIT