05 November 2021, 22:00 WIB

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Di Cianjur Meningkat


Benny Bastiandy |

KECEPATAN rata-rata cakupan sasaran vaksinasi covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam dua hari terakhir mencapai 25 ribu suntikan. Cakupannya meningkat dibanding sebelumnya yang rata-rata hanya 21 ribu per hari.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan meningkatnya kecepatan rata-rata cakupan vaksinasi per hari tak terlepas upaya Kabupaten Cianjur yang mengejar target bisa mencapai 70% pada pertengahan bulan ini. Sehingga, dengan tercapainya target sebesar itu, Kabupaten Cianjur bisa kembali ke level 2.

"Selama dua minggu ke depan, kita targetkan (cakupan vaksinasi) bisa mencapai 70% dari jumlah sasaran 1.916.814 orang yang divaksinasi," terang Yusman kepada Media Indonesia, Jumat (5/11).

Target tersebut, kata Yusman, dibagi ke 32 kecamatan. Hasil estimasi, setiap kecamatan harus bisa mencapai cakupan vaksinasi kisaran 8,33%. "Percepatan vaksinasi untuk mengejar target 70% ini dimulai 3-14 November 2021. Jadi percepatannya harus dilakukan selama 12 hari," jelasnya.

Hasil evaluasi, kata Yusman, sudah dua hari berjalan dari 3-4 November, capaian rata-rata per kecamatan memang belum memenuhi target cakupan 8,33%. Total cakupan selama dua hari hanya 10% atau baru 5% per hari dari target 16,66 % per dua hari atau 8,33% per hari.

"Tetapi secara absolut, itu angkanya selama dua hari sudah mencapai hampir 50 ribu suntikan dosis. Berarti per harinya rata-rata 25 ribu suntikan dosis. Angka ini sudah mengalami peningkatan dari sebelumnya yang rata-rata kecepatannya hanya 21 ribu suntikan dosis vaksin," imbuh Yusman.

Hasil rekapitulasi data, tutur Yusman, masih terdapat beberapa kecamatan yang belum bisa memenuhi target. Hal ini akan dievaluasi langsung Bupati serta Forkopimda. "Hari ini kita lakukan evaluasi percepatan vaksinasi covid-19 untuk mencapai target 70%," tegasnya.

Sejauh ini, total cakupan vaksinasi covid-19 dosis pertama di Kabupaten Cianjur sudah mencapai kisaran 45,20%. Sedangkan cakupan dosis kedua relatif masih rendah. "Capai dosis kedua memang masih rendah sih. Sekitar 16%. Tapi yang jadi hitungan kan cakupan dosis pertama," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT