05 November 2021, 21:05 WIB

Semen Gresik Bantu Sekolah di Rembang


Haryanto | Nusantara

 

PT SEMEN  Gresik (PTSG) melalui Satgas Tanggap Bencana Penanggulangan
Dampak Covid-19 menyalurkan bantuan paket perlengkapan protokol
kesehatan.

Perusahaan menyerahkan hand sanitizer, wastafel portable,
disinfektan, thermogun, dan stand tripod untuk  sekolah-sekolah di
enam desa di sekitar perusahaan.

Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan PTSG kepada sekolah
mulai tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMK yang saat ini mulai menerapkan
pembelajaran tatap muka.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata menyatakan,
penyaluran paket perlengkapan prokes adalah bentuk komitmen mendukung
pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. "Ini juga sekaligus membantu sekolah di Kabupaten Rembang yang telah
melaksanakan sistem PTM."

Salah satu program CSR yang menjadi perhatian utama PTSG di masa pandemi, tambahnya, ialah upaya cepat tanggap penanggulangan pandemi
Covid-19. Melalui pilar SG Peduli, pihaknya terpanggil untuk peduli
dan melindungi komunitas sekolah di sekitar perusahaan dari risiko
penularan virus Corona.

"Semen Gresik hadir untuk mengambil peran membantu sekolah dalam
memastikan tersedianya perlengkapan prokes yang memadai selama PTM.
Harapan kami, peserta didik dapat kembali belajar dengan semangat,
aman, nyaman, dan percaya diri," kata Dharma, Jumat (5/11).


Sebelumnya, tandas Dharma, melalui satgas tanggap bencana, PTSG juga
membagikan ribuan paket masker dan hand sanitizer di sejumlah pasar
tradisional dan lokasi fasilitas umum di wilayah Rembang. Ini sebagai
kontribusi nyata pihaknya tak pernah berhenti mengedukasi, sekaligus
mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menerapkan prokes.

Guru SDN 2 Tegaldowo Sukamto mengapresiasi langkah PTSG dalam
memberikan bantuan perlengkapan prokes kepada sekolah. Menurutnya
dukungan ini membuat pihak sekolah lebih mantap dan percaya diri dalam
menjalankan PTM.

"Bantuan dari CSR Semen Gresik sangat bermanfaat bagi sekolah. Kami berharap siswa dan guru selalu menerapkan prokes, agar kegiatan belajar mengajar bisa menjadi tenang dan nyaman," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT