04 November 2021, 23:17 WIB

Penembakan Di Bolaang Mongondow Selatan Tewaskan Tiga Orang


Wdhoroso |

POLDA Sulawesi Utara (Sulut) dan Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mendalami kasus dugaan penembakan di Desa Saibuah, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel, yang mengakibatkan tiga orang tewas.

Kapolda Sulut Irjen Nana Sudjana melalui Kabid Humas Kombes Jules Abraham Abast, di Manado, Kamis (4/11), mengatakan, peristiwa itu terjadi Kamis (4/11) sekira pukul 10.30 WITA. "Saat itu di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan tiga orang pria dalam keadaan meninggal dunia diduga akibat luka tembak," kata Abast.

Ketiga orang yang tewas itu adalah A, 28, warga Ranotana Manado, yang diduga sebagai pelaku penembakan dan dua korban yaitu Yunus Rompis, 60, warga Saibuah RT 10, dan Maikel Wongkar, 47, warga Ranotana, Manado.

"Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula dari mengkonsumsi minuman keras (miras) beralkohol jenis cap tikus bersama-sama di rumah seorang warga yang tidak jauh dari TKP. Kemudian Yunus Rompis dan A terlibat percekcokan hingga terjadi perkelahian," katanya.

Tersangka A kemudian menuju mobil dan mengambil senjata laras panjang dari mobil milik Maikel Wongkar. Melihat hal tersebut, Yunus Rompis langsung lari meminta perlindungan kepada Maikel Wongkar, yang merupakan bos dari A. "Saat itulah tersangka A menembak korban Yunus Rompis sehingga korban meninggal dunia," katanya.
 
Setelah A menembak Yunus Rompis, Maikel Wongkar berupaya mengambil senjata tersebut hingga memicu percekcokan. "A lalu menembak Maikel Wongkar, yang juga mengakibatkan Maikel Wongkar meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, diduga A melakukan bunuh diri dengan cara menembak kepalanya," katanya.

Abast menambahkan, senjata yang digunakan A terdaftar atas nama Maikel Wongkar yang merupakan salah satu Anggota Perbakin Sulut. Senjata tersbetu merupakan senjata berburu laras panjang kaliber 7,62 mm merek G.Steyer.

"Ketiga jenazah direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk dilakukan visum maupun otopsi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait berapa jumlah luka yang dialami maupun jenis lukanya seperti apa, dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan uji forensik terkait senjata tersebut," katanya. (Ant/OL-15)

BERITA TERKAIT