04 November 2021, 22:05 WIB

Lamongan Koordinasi Dengan Dirjen Kebudayaan Terkait Kapal Van Der Wicjk


M Yakub |

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melakukan koordinasi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek terkait temuan bangkai kapal yang diduga merupakan Kapal Van Der Wijck, di perairan pantura Lamongan.

Kepastian temuan bangkai kapal itu didapat beberapa saat yang lalu dilakukan survei arkeologi bawah air yang oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dengan bantuan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah Kabupaten Lamongan serta masyarakat. Bangkai kapal yang ditemukan diduga kuat adalah kapal Van Der Wijck.

Kapal Van Der Wijck merupakan kapal mewah yang tercatat tenggelam pada 1936 di Laut Jawa. Kapal itu dinamai Van Der Wijck, sesuai nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda Carel Herman Aart van der Wijck. Kapal ini melatarbelakangi penulisan novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck oleh Hamka, yang kemudian diangkat menjadi sebuah film pada  2013.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kemudian menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan koordinasi dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, Rabu (3/11).

Dalam Sarasehan Jalur Rempah Titik Simpul Jawa Timur di Mojokerto, Bupati berdiskusi dan melaporkan kemungkinan telah ditemukanya bangkai kapal legendaris tersebut

"Sebelumnya berdasarkan pernyataan masyarakat nelayan di sekitar perairan Brondong dan keberadaan monumen tugu peringatan, memang diperkirakan Kapal Van Der Wicjk karam di sekitar perairan tersebut. Untuk menemukan bukti konkritnya secara ilmu pengetahuan, hal tersebut terus kami kaji, hingga akhirnya survei arkeologi bawah air menemukan bahwa benar ada bangkai kapal karam di titik lokasi yang sudah kami duga tempat tenggelamnya Kapal Van Der Wijck," terang Bupati.

Dilaporkannya, foto bangkai kapal itu juga diambil saat dari survey arkeologi bawah air dilaksanakan. Saat ini masih dilakukan tahap identifikasi untuk mencocokkan bagian-bagian dengan gambar asli kapal Van Der Wijck.

Bupati juga meminta dukungan dari Kemendikbudristek agar temuan ini dapat ditindaklanjuti. Jika benar itu merupakan kapal Van Der Wijck,  temuan tersebut dapat dijadikan aset nasional.

"Kami mohon support dan dukungan dari Pak Hilmar Farid untuk dikordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, agar temuan ini dapat ditindaklanjuti. Dan jika benar terbukti bahwa kapal karam tersebut adalah Van Der Wijck, saya berharap ini dapat dijadikan aset nasional," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Hilmar Farid mengatakan hal ini akan ditindaklanjuti. "Terkait temuan ini akan kami tindaklanjuti dengan melaksanakan rapat koordinasi bersama lintas sektor. Hal ini dimaksudkan untuk dapat menentukan road map, penanganan, serta  engembangan hasil dari temuan tersebut," ujar  Farid. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT