03 November 2021, 17:07 WIB

Anak Pekerja Perusahaan HTI Di Indragiri Hilir Tewas Diterkam Harimau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

KONFLIK satwa liar dengan manusia yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Riau. MS, 12, anak perempuan seorang pekerja perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tewas setelah diterkam harimau sumatera, Minggu (31/10).

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA Riau M Mahfud, Rabu (3/11) mengatakan korban adalah anak salah satu pekerja pada perusahaan PT Usaha Berkat Fangarato (UBF) yang merupakan salah satu kontraktor penanaman di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).

Ia menjelaskan, kejadian bermula pada Minggu (31/10) sekitar pukul 00. 05 WIB saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong dari korban yang sedang tidur di pondok pekerja. Mendengar jeritan tersebut ibu korban terbangun dan samar-samar melihat anaknya seperti ada yang menyeret keluar dari pondok kerja.

Kemudian ibu korban keluar dari pondok kerja dan menemukan anaknya sekitar 60 meter dari pondok dalam kondisi meninggal dunia dengan bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk.

Melihat kondisi anaknya tersebut ibu si korban meminta tolong ke camp tenaga kerja yg berada dekat dengan TKP. Mahfud melanjutkan, sekitar pukul 01.05 WIB, security PT MSK langsung menuju TKP untuk mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K PT MSK dalam kondisi sudah meninggal.

Selanjutnya dilakukan visum oleh pihak kepolisian dan medis dengan hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh Gigitan Binatang Buas. "Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan," Mahfud.

Hasil investigasi di lokasi, tim menemukan bekas cakaran pada dinding pondok kerja yang terbuat dari terpal plastik dan jejak yang diduga adalah jejak satwa liar harimau sumatra. Ia menambahkan, selanjutnya tim melakukan sosialisasi serta imbauan kepada karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

Tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk harimau sumatera. "Pihak perusahaan menghentikan aktifitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK," ujarnya.

Selain itu, lanjut Mahfud, tim juga memasang camera trap d lokasi kejadian sebanyak 3 unit. Tim juga melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan camera trap sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya.

"Kepada semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan harimau sumatra agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas ilegal seperti perburuan atau pemasangan jerat. Melakukan imbauan kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin dan melaporkannya," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT