03 November 2021, 08:40 WIB

Cuaca Ektrem Sebabkan Harga Cabai Naik Tajam di Aceh


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

HARGA Cabai merah sejak dua hari terakhir meningkat tajam di Provinsi Aceh. Hal itu terjadi karena wilayah paling ujung barat Indonesia itu, sedang dilanda cuaca buruk.

Padahal kini kebutuhan cabai merah, bahan rempah dan bumbu dapur lainnya sengat di perlikan di Aceh. Pasalnya sejak 12 Rabiul Awal dua pekan lalu hingga tiga bulan ke depan di kawasan setempat ramai di gelar tradisi kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.

Amatan Media Indinesia, Rabu (3/11) di Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli Ibukota Kabupaten Pidie, misalnya, harga cabai merah kualitas bagus Rp35.000  hingga  Rp40.000 per kg. Harga tersebut lebih mahal dari sebelumnya berkisar 20.000 hingga 25.000 per kg.

Lalu cabai merah kualitas sedang, dari sebelumnya berkisar Rp15.000 hingga Rp 20.000 per kg, kini naik menjadi Rp25.000 hingga Rp38.000 per kg.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Subuh, Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya dan Pasar Bireuen, Kabupaten Bireuen.

Fajri, pedagang cabai merah di Pasar Sayur Pante Teungoh, Sigli, Kabupaten Pidie, mengatakan kenaikan yang tergolong melonjak itu karena pasokan cabai dari petani lokal berkurang. Itu karena produksi cabai terganggu cuaca buruk.

"Kadang seharian terjadi hujan deras, kemudian besoknya terik matahari luar biasa. Ini sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabai" tutur Fajri.

Dikatakannya, bila kondisi seperti ini terus terjadi, besar kemungkinan harga cabai semakin mahal. Bahkan bisa meluas lagi ke harga tomat yang kini berkisar Rp5.000 hingga Rp 60.000 per kg.

"Kalau begini tomat bisa mencapai Rp8.000 per kg" tambah Fajri. (OL-13)

Baca Juga: Syarat Naik Pesawat di Jawa-Bali Cukup Antigen jika Sudah Vaksin Lengkap

 

 

BERITA TERKAIT