02 November 2021, 22:56 WIB

Serbuan Vaksinasi Sasar 10.000 Pelajar di Tegal


Suipardji Rasban | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jawa Tengah, menggelar vaksinasi pelajar kolaborasi dengan Tanoto Foundation, Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan TNI. Vaksinasi Covid-19 itu menyasar 10.000 pelajar. Serbuan vaksinasi pelajar yang menyasar 10.000 pelajar itu digelar di 29 sekolah SMP di 18 kecamatan.

Bupati Tegal Umi Azizah mengapresiasi peran swasta dalam mendukung percepatan vaksinasi di Indonesia. Pemerintah tentunya tidak dapat bekerja sendiri, perlu peran aktif swasta dalam mendukung program vaksinasi, terutama untuk peserta didik.

"Karena anak-anak sangat aktif bergerak, sehingga vaksinasi sangat penting untuk melindungi mereka, keluarga dan sekitarnya," ujar Umi Azizah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMP 1 Talang dan SMP 1 Dukuhwaru, Selasa (2/11).

Sedangkan Wakil Kepala BAIS TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, menyampaikan pihaknya mendukung kolaborasi bersama Tanoto Foundation dan Pemkab Tegal. "Kami menyambut baik kolaborasi ini, dan berharap ada lebih banyak lagi pihak swasta yang turut serta dalam program vaksinasi Covid-19," ujar Achmad Riad.

Achmad Riad menyebut, vaksinasi merupakan program besar pemerintah dalam membentuk herd imunity atau kekebalan komunal agar Indonesia dapat segera terbebas dari pandemi. "Ini harus kita lakukan secara sungguh-sungguh," ucapnya.

CEO Global Tanoto Foundation Satridjo Tanudjojo, menjelaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pemerintah Indonesia selama pandemi Covid-19. "Tanoto Foundation terus maju bersama pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid–19," ujar Satridjo.

Ia menuturkan, pada 2021 pihaknya membantu pemerintah dengan menyediakan 500 ton oksigen cair dan 3.000 konsentrator oksigen. Pihaknya juga berkolaborasi dengan BAIS dan Pemkab Tegal menyelenggarakan vaksinasi massal untuk 10.000 peserta didik.

"Kami berharap dengan adanya program vaksin ini, anak-anak dapat kembali ke sekolah dengan nyaman dan aman," pungkasnya.

Vaksinasi pelajar tersebut menyasar siswa SMP berumur 12 hingga 17 tahun. Kegiatan inb melibatkan tenaga vaksinator sebanyak 280 orang tenaga dari Dinas Kesehatan setempat. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT