01 November 2021, 08:30 WIB

Isoter Covid-19 di Buleleng Ditutup Sementara, Ini Alasannya


Arnoldus Dhae | Nusantara

PENANGANAN kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Bali semakin membaik. Hal itu terbukti dari jumlah pasien yang menjalani isolasi terpusat (Isoter) di Kampus Undiksha Desa Jinengdalem, hanya tersisa dua orang.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Covid-19 Buleleg, Ketut Suwarmawan, hingga saat ini, keterisian lokasi Isoter terus menurun dan bahkan ada yang sudah kosong. Khusus untuk di Jinengdalem, beberapa hari lalu tinggal tiga orang. Hari ini sudah kosong sama sekali.

"Data hari ini mencatat seorang pasien yang menjalani Isoter telah dinyatakan sembuh kemarin (Selasa), dan yang lainnya juga sudah sembuh Sabtu lalu sehingga pasien dalam perawatan hingga hari ini sudah kosong," ungkap Suwarmawan, Senin (1/11/2021).

Untuk Isoter Jinengdalem ditutup untuk sementara. Bilamana ada lagi pasien dan mau dievakuasi ke Isoter maka petugas siap untuk melakukannya.

Menilai perkembangan penanganan yang semakin hari semakin membaik itu, Suwarmawan berharap pandemi yang melanda Buleleng cepat terlewati. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dengan perkembangan kasus Covid-19 yang terus melandai. "Meski perkembangannya terus melandai, kami di Satgas tidak lengah menyikapi kondisi ini. Disiplin Prokes terus kami sosialisasikan dan pelaksanaan vaksinasi juga terus kami lakukan," tegas Suwarmawan yang juga Kadis Kominfosanti Buleleng.

Sementara itu, terkait perkembangan penanganan Covid-19 kemarin, tercatat dua orang masuk kasus konfirmasi baru, sedangkan kasus sembuh nihil. Jumlah pasien dalam perawatan hingga hari ini tersisa sebanyak 16 orang. Dalam jumlah kumulatif, kasus konfirmasi di Buleleng sebanyak 10.443 orang, dengan rincian; sembuh sebanyak 9.890 orang, dalam perawatan 16 orang dan meninggal 537 orang. (OL-13)

Baca Juga: 13 Petahana Gagal dalam Pilkades Serentak di Buleleng

BERITA TERKAIT