29 October 2021, 16:00 WIB

Agrinesia Pertahankan Ekspansi di Tengah Pandemi


Yoseph Pencawan | Nusantara


PT Agrinesia Raya, produsen Bolu Stim Menara, tetap memertahankan ekspansinya di Kota Medan, Sumatra Utara, meski pandemi covid-19 membuat penjualan merosot hingga 70%.

Istiana Yudha, General Manager PT Agrinesia Raya mengutarakan, perusahaan tetap memertahankan ekspansi bisnis kulinernya di Kota Medan.

"Meski masih di masa pandemi, kami tetap jalan karena kami percatya diri memiliki produk yang berkualitas," terangnya di sela-sela Relaunching Bolu Stim Menara di gerai penjualan di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Kamis (28/10).

Agrinesia optimistis dengan mengedepankan kualitas, produknya akan mampu bersaing dan menjaga kinerja penjualan meski masih di tengah kondisi pandemi.

Pada awalnya mereka berencana meluncurkan produk ini sebelum 2021, tetapi terpaksa tertunda karena muncul gelombang pandemi. Perusahaan  kemudian memberanikan diri untuk tetap merealisasikan rencana bisnis meski masih di tengah kondisi pandemi.

Terlebih, dalam kondisi pandemi produk-produk kuliner juga masih prospektif dengan ditopang penjualan secara online. Pada masa pandemi mobilitas masyarakat juga masih ada meski memang dihadang berbagai syarat dan pembatasan.

Karena itu Agrinesia hanya melakukan penyesuaian rencana bisnis, bukan
membatalkan. Perusahaan meyakini pandemi bukan merupakan halangan, tetapi menjadi tantangan dalam perluasan bisnisnya.

Bahkan mereka meyakini ekspansi di Medan juga menjadi upaya perusahaan
membantu meringankan tekanan ekonomi daerah akibat pandemi.

Bolu Stim Menara mampu menyerap 55 orang karyawan yang bekerja di bagian produksi dan penjualan.

Peluang menambah pendapatan juga terbuka karena Agrinesia membuka
kesempatan kepada masyarakat umum untuk menjadi reseller produknya.

Pada awal April  2021 gerai Bolu Stim Menara mulai dibuka. Namun
karena masih dalam kondisi pandemi, mereka hanya menggelar softlaunching.

Pada awal dibuka, penjualan Bolu Stim Menara sempat mencapai rata-rata 2.000 kotak per hari. Namun ketika PPKM Level IV diberlakukan di Kota Medan penjualan anjlok sampai dengan 70%.

Namun Agrinesia bergeming. Perusahaan terus melanjutkan produksi dan penjualan Bolu Stim Menara. Setelah level pembatasan PPKM di Kota Medan mulai turun, mereka pun menggelar launching produk tersebut.

Setelah launching ini mereka menargetkan rerata penjualan 90% dari capaian di atas, sampai akhir tahun. Perusahaan didukung 20 outlet atau toko penjualan milik mitra yang tersebar di Kota Medan dan sekitarnya.

Sejauh ini, kata Yudha, Bolu Stim Menara masih memiliki satu gerai
penjualan resmi, yakni di Jl KH Wahid Hasyim. Agrinesia juga belum
memertimbangkan membuka gerai yang baru di Kota Medan atau daerah lain.

Terlebih, dalam rencana bisnis perusahaan saat ini, Bolu Stim Menara hanya diproduksi dan dipasarkan dari Kota Medan. Namun Agrinesia optimistis dengan ekspansinya di Kota Medan yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner nasional dan menyandang predikat The Kitchen of Asia.

Adapun Bolu Stim Menara menjadi merek produk ketujuh dari enam merek yang sudah dikeluarkan PT Agrinesia Raya sebelumnya. Keenamnya adalah Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Kukus Pahlawan, Lembang BSL, Tugu Jogja, Botani Nusa Rasa dan Bolu Malang Singosari. (N-2)

BERITA TERKAIT