28 October 2021, 20:35 WIB

Atasi Kekeringan, BPBD Klaten Minta Bantuan CSR Perusahaan


Djoko Sardjono | Nusantara

 

WARGA tujuh desa kekeringan di Klaten, Jawa Tengah, masih membutuhkan
bantuan air bersih. Sementara, anggaran untuk kegiatan pengedropan
air bersih sudah habis.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan air warga desa yang kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten meminta bantuan pengedropan air dari perusahaan daerah dan perbankan. Pasalnya, kebutuhan air warga sejumlah desa itu sangat mendesak.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, dalam
koordinasi dengan perwakilan perusahaan daerah, perbankan, dan
perusahaan swasta di Kantor BPBD Klaten, Rabu (27/10).

Tujuh desa yang hingga awal musim hujan ini masih kekeringan, yakni
Sidorejo, Tegalmulyo, Tlogowatu di Kecamatan Kemalang; Kanoman di
Karangnongko, Bandungan di Jatinom; Wiro dan Ngerangan di Bayat.

"Memang, musim hujan sudah tiba. Tetapi, sumber air di tujuh desa di
empat kecamatan itu masih kering atau belum berfungsi. Karena itu, warga kini masih membutuhkan bantuan air bersih," jelasnya.

BPBD Klaten pada 2021 menyiapkan anggaran Rp241 juta untuk kegiatan
pengedropan air bersih hingga 750 tangki. Namun, anggaran kegiatan
pengedropan bantuan air itu sudah habis dua pekan lalu.

Sip Anwar mengharapkan ada kontribusi perusahaan daerah, swasta, dan perbankan melalui corporate social responsibility (CSR) dalam
membantu penanganan kekeringan akibat kemarau di Klaten.

BPBD Klaten, lanjut dia, menyediakan lima armada tangki berkapasitas
5.000 liter yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk
melakukan pengedropan bantuan air bersih ke daerah kekeringan.

"Untuk bisa memenuhi permintaan warga tujuh desa yang kekeringan, upaya
kami seperti tahun-tahun lalu, yakni dengan menggalang bantuan CSR
beberapa perusahaan yang ada di Klaten," tandasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, menambahkan tujuh desa itu masih membutuhkan bantuan air karena sumber air belum berfungsi di awal musim hujan ini.

Secara geografis, Desa Sidorejo, Tlogowatu, Tegalmulyo, Kanoman, dan
Bandungan terletak di kawasan lereng Gunung Merapi. Sementara Desa Wiro
dan Ngerangan berada di kaki Bukit Seribu Gunungkidul.

Data BPBD Klaten, sebanyak 51 desa di 11 kecamatan merupakan daerah
rawan kekeringan di musim kemarau. Namun, tahun ini hanya tujuh desa di empat kecamatan itu yang mengalami krisis air bersih. (N-2)

BERITA TERKAIT