26 October 2021, 17:56 WIB

Polisi Tembak Rekannya di Lombok Timur, Ini Kata Polri


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara

BRIPTU Khairul Tamimi alias Momon, salah satu anggota Humas Polres Lombok Timur, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Senin (25/10) kemarin.

Dia diduga tewas akibat ditembak rekannya sesama polisi. Menanggapi insiden itu, Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono menegaskan bahwa anggota kepolisian yang menggunakan senjata harus melalui tes psikologis.

"Kalau tes psikologis itu menjadi satu acuan, bahwa yang bersangkutan layak untuk memegang senpi dinas kepolisian," ujar Rusdi di Mabes Polri, Selasa (26/10).

Baca juga: Anggota Polres Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Tes tersebut sudah seharusnya dilalui semua anggota polisi. Bahkan, menjadi persyaratan mutlak ketika seorang anggota Polri ingin memegang senjata. Pun, untuk menggunakan senjata inventaris dinas harus lulus tes psikologis dan perilakunya dinilai pimpinan.

"Apabila dua hal itu bisa dilewati, yang bersangkutan bisa diizinkan untuk menggunakan senjata dinas kepolisian," imbuh Rusdi.

Baca juga: Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas, Diduga Aksi Balas Dendam

Saat ini, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mendalami motif pelaku yang tega menembak rekannya sendiri. "Ini masih kita dalami. Pasti ada latar belakang daripada tindaklanjut. Kita tunggu saja apa hasil pendalaman dari Polda NTB terhadap kasus di Lombok timur," pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suryono membenarkan kabar salah satu anggotanya yang ditemukan tewas. "Korban tewas akibat ditembak salah satu anggota polisi juga," terang Herman, seraya menyebut pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT