24 October 2021, 22:05 WIB

Tanah Longsor Mulai Terjadi, BPBD Banjarnegara Minta Masyarakat Siaga


Lilik Darmawan | Nusantara

BPBD Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) meminta kepada masyarakat untuk
mewaspadai bencana. Pasalnya, curah hujan sudah semakin tinggi di
sejumlah wilayah di Banjarnegara.

Pekan lalu ada sejumlah titik tanah longsor, bahkan ada korban tewas akibat tertimbun material longsor.

Peristiwa tanah longsor yang menyebabkan korban tewas terjadi di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan. Korban bernama Gilang Angga Saputra masih berumur 3 tahun.

Peristiwa tanah longsor lain juga terjadi di Kecamatan Karangkobar, Pejawaran dan Wanayasa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo
mengatakan, Minggu (24/10), pihaknya terus menginformasikan prakiraan cuaca dari BMKG untuk masyarakat melalui media sosial.

"Warga yang berada di daerah-daerah rawan bencana harus senantiasa waspada, terutama ketika hukan deras turun. Bagi masyarakat yang rumahnya berada di lereng-lereng atau tebing-tebing dengan kemiringan terjal harus melakukan evakuasi mandiri, terutama jika hujan telah berlangsung lebih dari 2 jam," tambahnya.

Warga juga diminta untuk mencermati kondisi lingkungan di sekitarnya.
Kalau memang ada rekahan tanah, segera bisa menutupnya.

Selain itu, kerja bakti perlu digalakkan untuk membersihkan saluran-saluran drainase. "Pos-pos relawan sudah mulai diaktifkan, termasuk peralatan yang sewaktu-waktu dipakai. Kewaspadaan perlu, namun tetap tenang dan selalu menyimak informasi kebencanaan," jelas Andri.

Sementara Pelaksana harian (Plh) Bupati Banjarnegara Syamsudin akhir
pekan lalu juga mengunjungi tempat longsor di Desa Biting, Kecamatan
Pejawaran. Peristiwa longsor di desa setempat terjadi akibat guyuran
hujan yang berlangsung hingga 10 jam. (N-2)

BERITA TERKAIT