24 October 2021, 20:40 WIB

BPBD Klaten Kehabisan Anggaran Kegiatan Pengedropan Air Bersih


Djoko Sardjono | Nusantara


BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah, kini
kehabisan dana untuk kegiatan distribusi air bersih untuk membantu daerah kekeringan akibat kemarau.

Pada 2021, BPBD menyiapkan anggaran Rp241 juta untuk program tersebut. Tahun ini, tujuh desa di empat kecamatan membutuhkan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar, Minggu (24/10), saat ditemui
mengungkapkan anggaran kegiatan pengedropan air Rp241 juta itu untuk 750  tangki. Tetapi, dana itu sudah habis sejak pekan lalu.

Hingga saat ini, warga tujuh desa itu masih membutuhkan bantuan air
bersih bersih. Maka, BPBD Klaten berupaya untuk bisa memenuhi permintaan air bersih dari warga tujuh desa tersebut.

"Upaya kami, seperti tahun-tahun lalu, yakni dengan menggalang bantuan
CSR (corporate social responsibility) beberapa perusahaan di Klaten.
Untuk itu, kami akan berkoordinasi pekan depan," jelasnya.

Tujuh desa yang kekeringan tahun ini, yakni Sidorejo, Tlogowatu, dan
Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang; Kanoman di Karangnongko; Bandungan di
Jatinom; Desa Wiro dan Ngerangan di Kecamatan Bayat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, menambahkan tujuh desa itu masih membutuhkan bantuan air karena sumber air belum berfungsi di awal musim hujan ini.

Secara geografis, Desa Sidorejo, Tlogowatu, Tegalmulyo, Kanoman, dan
Bandungan terletak di kawasan lereng Gunung Merapi. Sementara Wiro dan
Ngerangan di kaki Bukit Seribu Gunungkidul.

Data BPBD Klaten, sebanyak 51 desa di 11 kecamatan merupakan daerah
rawan kekeringan di musim kemarau. Namun, tahun ini, hanya tujuh desa di empat kecamatan yang dilanda kekeringan atau krisis air bersih. (N-2)

BERITA TERKAIT