21 October 2021, 20:52 WIB

Hujan Intensitas Tinggi Picu Banjir di Samarinda


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

HUJAN dengan intensitas tinggi dan meningkatnya debit air di Waduk Benanga memicu banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Adapun hujan yang turun hingga Selasa (19/10) pagi berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Samarinda.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD Kota Samarinda melaporkan banjir melanda lima Kecamatan di wilayah. Adapun lokasinya meliputi Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecatan Ilir, Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Kunjang.

Berdasarkan hasil asesemen sementara Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, sebanyak 3.606 KK atau 12.302 jiwa, serta 3.606 unit rumah terdampak banjir. "Informasi ini terus diperbarui dan dilakukan pendataan lebih lanjut di lokasi kejadian," ujar Abdul dalam keterangannya Kamis (21/10).

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah di Kabupaten Bogor Terendam Banjir

Sementara itu, kondisi sejumlah wilayah masih tergenang banjir. Di antaranya, Kelurahan Gunung Lingai dan Kelurahan Termindung, yang terletak di Kecamatan Sungai Pinang. Terpantau tinggi muka air saat ini berkisar 5-10 cm. "Untuk di wilayah lain, secara keseluruhan tinggi muka air masih berkisar 30-70 cm," imbuhnya.

BPBD Kota Samarinda bersama unsur TNI-POLRI, disdamkar, relawan dan tim gabungan lainnya berupaya melakukan penanganan darurat. Seperti, mengerahkan 2 unit truk dalmas, truk serbaguna dan 7 unit perahu fiber untuk mobilisasi evakuasi warga. Tim gabungan juga berupaya mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Baca juga: Pemkab Muba Minta Bantuan Tim Ahli Padamkan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal

Berdasarkan pantauan BMKG, Kota Samarinda berpotensi mengalami hujan hingga Minggu (24/10) mendatang. Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Timur, BMKG menginformasikan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir di wilayah Kelay, Long Bagun, Long Apari, Karangan, Pulau Derawan, Sandaran dan Muara Wahau.

Hasil analisis InaRISK, Kota Samarinda memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi risiko bencana hidrometeorologi. Salah satunya, membersihkan daerah aliran sungai (DAS) secara berkala.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT