20 October 2021, 09:15 WIB

Vaksinasi Pelajar Capai 100%, Kota Semarang Minta Kelonggaran PTM


Akhmad Safuan | Nusantara

VAKSINASI terhadap pelajar di Kota Semarang, Jawa Tengah sudah capai 100 persen, Dinas Pendidikan setempat meminta pemerintah pusat memberikan tambahan kelonggaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Pemantauan Media Indonesia Rabu (20/10) pembelajaran tatap muka di Kota
Semarang sudah sebagian dimulai sejak beberapa pekan lalu, namun pelaksanaan tetap mengacu peraturan protokol kesehatan secara ketat dengan jumlah siswa sekitar 30 persen yang masuk setiap hari atau rata-rata dua kali sepekan dengan durasi belajar 4 jam.

Kasus covid-19 di Kota Semarang terus menurun dan hingga saat ini tersisa 12 pasien yakni enam orang merupakan warga dalam kota dan enam berasal dari
luar daerah, menjadikan Pemerintah Kota Semarang sedikit melakukan pelanggaran kegiatan masyarakat, apalagi daerah ini sudah berada di level 1.

Selain kasus covid-19 yang rendah dan pelaksanaan vaksinasi terus ditingkatkan, untuk pelajar usia diatas 12 tahun pelaksanaan vaksinasi juga telah capai 100 persen untuk dosis pertama dan 80 persen untuk dosis kedua, hal itu juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Semarang meminta ada kelonggaran pelaksanaan PTM dengan penambahan waktu dan jam pelajaran.

"Kita minta kepada pusat agar ada tambahan kelonggaran PTM, karena pelaksanaan vaksinasi sudah 100 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri.

Tambahan kelonggaran yang dimintakan ke pusat, demikian Gunawan Saptogiri,
diantaranya ada tambahan jam pelajaran atau tambahan jadwal masuk siswa,
karena selama PTM tsng yang berlangsung saat ini siswa hanya melaksanakan
pembelajaran di sekolah selama empat jam per hari dan dua kali sepekan.

Secara umum pelaksanaan PTM di Kota Semarang, lanjut Gunawan Saptogiri,
meskipun sebagian sekolah telah melakukan pembatasan 50 persen dari jumlah
siswa yang masuk, namun masih ada sekolah yang belum melakukan PTM karena beberapa hal diantaranya kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan. (OL-13)

Baca Juga: DIY Harus Meniru Ketegasan Pemkot Surabaya Kendalikan Covid-19

 

BERITA TERKAIT